This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 23 April 2014

MafiaWar (20): Waspada, Pemilu 2014 Diprediksi Akan Terjadi 'Chaos' Hingga 2016

Sahabat Voa Islam,
Berbagai kalangan menilai agar rakyat waspada dan bersiap menjaga diri dan keluarganya dari fitnah pesta demokrasi yang akan digelar tahun 2014 ini.
Narasumber kami menilai ada benang merah antara reuni Perwira TNI AD, pembentukan Paspamres Group D dan syahwat yang menggelora dari mafia cina yang sudah tak tahan mendesak PDI-P menunjuk Jokowi sebagai calon Presiden RI ke tujuh dan akan ada kerusuhan apabila Jokowi gagal nyapres.
Dimana benang merahnya?
1) 100 Perwira Purnawiran TNI Berkumpul di MABES TNI AD
Sekitar 100 Perwira Tinggi Purnawirawan TNI-AD berkumpul dengan Perwira Tinggi aktif di Markas Besar TNI-AD, Kamis 20 Februari 2014. Silaturahmi itu untuk menjaga netralisme TNI pada Pemilu mendatang.

Dalam pertemuan itu juga dihadiri oleh purnawirawan TNI yang menjadi Calon Presiden pada Pemilu mendatang, yaitu mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Wiranto (Capres Hanura), mantan Kepala Staf TNI-AD Jenderal (Purn) Pramono Edhie Wibowo dan Jenderal (Purn) Endriartono Sutarto (Peserta Konvensi Capres Partai Demokrat). 

Wiranto dan Pramono Edi tampak duduk melingkar di satu meja dengan Kepala Staf TNI-AD Jenderal Budiman. Di sebelahnya, tampak mantan Wakil Presiden Jenderal TNI (Purn) Tri Sutrisno dan Letjen Purnawirawan Surjadi, mantan Gubernur DKI dan Mendagri era Pemerintahan Orde Baru.

Selain itu juga turut hadir Jend TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu, Jend TNI (Purn) Hendro Priyono, Jend TNI (Purn) Luhut B. Pandjaitan dan lainnya.

Tri Sutrisno dalam pidatonya menyatakan, TNI harus menjaga netralitas pada Pemilu tahun ini. TNI cukup menjaga keamanan dan kelangsungan pesta demokrasi tersebut.

"Kami ingatkan, TNI jangan sampai terlibat langsung dalam pemilu yang akan datang," katanya.
2) TNI Kubu Seberang: 150 Jenderal membentuk 'Dewan Revolusi Rakyat'
Berbagai sumber menilai sikap ini atas timbulnya gerakan Ratusan purnawirawan jenderal dan perwira menengah TNI kembali menyatukan barisan untuk ‘menjatuhkan’ atau melengserkan kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Alasannya, para jenderal itu, pemerintahan SBY tidak bisa lagi diharapkan menyejahterakan rakyat, menegakkan hukum, memberantas korupsi, dan persoalan bangsa lainnya.
Informasi yang diterima, sekitar 150 purnawirawan TNI berkumpul di Jakarta, dan hadir dalam pertemuan ini antara lain Jenderal (Purn) Tyasno Sudarto, Mustahid Astari, Tommy (PETA). Ketiganya mengatasnamakan dari Gerakan Revolusi Nurani (GRN).
Dalam pertemuan itu dikeluarkan pernyataan Tri Komando Nurani: Turunkan SBY dengan mobilisasi umum, Bentuk Dewan Revolusi Rakyat, dan Kembali ke UUD 1945 asli. “Sebanyak 150 purnawirawan itu sudah sepakat untuk melengserkan pemerintahan SBY dengan mobilisasi umum,” kata Indro Tjahyono yang dikenal dekat dengan sejumlah jenderal purnawirawan, Selasa pagi (20/12). Menurutnya, pertemuan 150 purnawirawan TNI itu disambut 20 jenderal lainnya, termasuk Jenderal (Purn) Prabowo Subianto dengan membuat aksi keprihatinan bangsa pada pertengahan Desember lalu.
“Prabowo dkk menyatakan aksi keprihatinan terhadap kondisi bangsa saat ini, dan hal ini sah-sah saja. Tapi, kalau 150 purnawirawan itu sudah clear, artinya menjatuhkan SBY secara inkonstitusional,” ujar Indro. Menurut Ketua DPP Hanura, partai yang didirikan mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Wiranto ini, para purnawirawan itu juga menyatakan optimis pemerintahan SBY tidak akan sampai 2014. “Itulah sebabnya mereka terus melakukan penggalangan kepada rakyat untuk mengkritisi pemerintahan SBY, yang pada akhirnya melakukan aksi penggulingan,” ujar Indro.
Sementara itu, mantan Asisten Teritorial Kepala Staf Angkatan Darat, Mayor Jenderal Purnawirawan Saurip Kadi sangat mendukung langkah para Jenderal senior Presiden Susilo Bambang Yudoyono (SBY) yang akan berkumpul di Bandung, Jawa Barat pada perengahan bulan Desember nanti. “Saya sangat mendu-kung langakah para Jenderal senior SBY tersebut. Kalau bukan senior, siapa lagi yang akan mengingatkan SBY,” kata Saurip Kadi dalam perbincangannya dengan Teraspolitik.com melalui telepon selularnya, Jum’at (25/11).
Kecewa Diinformasikan, selain Tyasno dkk dari GRN, dari kelompok jenderal lain, sekitar 19 orang, juga kerap berkumpul di rumah Jenderal (Purn) Luhut B Panjaitan, Jenderal (Purn) Jhony Lumintang, Jenderal (Purn) Fahrur Rozi, dan lainnya. “Mereka sering berkumpul di rumah Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan yang juga mantan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Kabinet Reformasi masa Presiden Abdurrahman Wahid,” kata Ketua MK Mahfud MD, beberapa waktu lalu. Menurutnya, para jenderal itu menyatakan kecewa dengan pemerintah.
“Beberapa mantan jenderal yang sering bertemu di rumah Luhut Panjaitan antara lain, Letnan Jenderal purnawirawan Jhony Lumintang, Jenderal purnawirawan Fahrur Rozi, Letjen (Purn) Agus Wijoyo, Jenderal (Purn) AM Hendropriyono, dan Letjen (Purn) Kiki Syahnakri. “Setidaknya ada sekitar 19 para purnawirawan jenderal yang kerap bertemu di kediaman Luhut Panjaitan. Mereka mengatakan, pemerintahan ini mengecewakan. Pemerintahan ini lambat,” ujar Mahfud, yang juga mantan Menteri Pertahanan.
Hal senada juga dikemukakan mantan Wakil Panglima TNI, Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi, menurutnya, para mantan jenderal sering melakukan pertemuan. “Para jenderal itu hampir setiap hari berkumpul dan bertemu, karena mereka berkantor di gedung yang sama, di Kuningan, Jakarta,” ujar Fahrul.
3) Banyak Skandal, Presiden SBY Coba Selamatkan Diri Dengan Membentuk PASPAMRES Group D. Ada Apa Jenderal?
Skandal yang membelit Presiden SBY dan Ibu Negara Ani Yudhoyono terlanjur beredar secara luas dikalangan jurnalis dan rakyat Indonesia. Kasus demi kasus akan makin memojokkan posisi Presiden SBY dan keluarga. Sebut saja kasus Bank Century, skandal Hambalang, kasus SKK Migas dan lainnya dinilai sebagai tekanan pada keluarga Cikeas.
Dalam hal ini maka kurun waktu tak lebih dari satu semester, SBY akan menanggalkan jabatannya sebagai Presiden RI. Meski ia bersikap irit komentar namun sejatinya ia berada dalam tekanan luar biasa. Karena SBY segera membentuk group D Pasukan Pengaman Presiden (Paspampres) yang disinyalir untuk mengamankan dirinya agar tidak didera 'Post Power Syndrom' dan melindungi dirinya dari serangan pihak musuh politiknya. 
Sikap SBY dinilai berlebihan karena meski mantan Presiden Suharto otoriter tapi ia justru tak ada pengawalan khusus, demikian halnya dengan Gus Dur yang menolak untuk dikawal. Tapi karena memang sudah peraturan, akhirnya beliau dikawal 10 orang dengan sistem shift, antara dua sampai tiga orang saja tiap harinya,
Pembentukan group D Pasukan Pengaman Presiden (Paspampres) dinilai Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan adalah langkah yang terlambat. Seharusnya, group tersebut dibentuk sejak jauh-jauh hari.

Hal ini seolah memunculkan kesan bahwa ada maksud dan tujuan tertentu dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sehingga membentuk group baru di Paspampres.

"Terlambat pemerintah itu. Harusnya sejak dulu. Sehingga jadi kesan kenapa SBY lengser baru dibuat sekarang, selama ini para mantan presiden dan wakil presiden telah mendapat pengamanan yang baik dari kepolisian. Selama ini kan sudah ada, tapi dari kepolisian," ujar kata politikus PDI Perjuangan, Trimedya Panjaitan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (4/3/2014).

Mabes TNI resmi memekarkan grup di Paspampres menjadi empat. Grup D atau yang terakhir akan mendapat tugas mengawal mantan presiden dan wakil presiden. Maka Presiden SBY dan Wakil Presiden Boediono akan tetap mendapat pengawalan, meski sudah lengser dari jabatan sebagai Presiden dan Wakil Presiden termasuk mantan presiden lainnya. 

Pada 27 Agustus 2013 telah disahkan dan diberlakukan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No 59/2013 tentang Pengamanan Presiden dan Wakil Presiden, mantan Presiden dan Wakil Presiden beserta Keluarga dan Tamu Negara.

Moeldoko melanjutkan, Peraturan Pemerintah tersebut telah ditindaklanjuti oleh Mabes TNI dengan mengeluarkan Peraturan Panglima TNI No 37/2013. Isinya tentang pengesahan validasi organisasi dan tugas Pasukan Pengamanan Presiden.
Anggota Komisi I (Bidang Pertahanan dan Intelijen) DPR RI Tjahjo Kumolo menilai pembentukan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) Grup D, khusus untuk mantan Presiden dan Wakil Presiden RI, berlebihan dan tidak mendesak. Sejarah mencatat saat Presiden Soeharto berhenti, kata Tjahjo, satu grup (Grup A) Paspampres ditarik ikut Pak Harto--sapaan akrab mantan Presiden Soeharto. Kemudian saat Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan Wapres Megawati Soekarnoputri perlu dua grup yang tidak disiapkan secara profesional. Lalu, mulailah ada penataan satuan Paspampres sampai kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Rumah atau asrama anggota Paspampres, menurut Tjahjo, harusnya dekat Istana Negara dan dekat Markas Paspampres, misalnya, di daerah Tanah Abang (dekat istana), bukannya asrama Paspamres malah dibangun atau ditempatkan di Cikeas yang jauh dari Istana Negara. "Akhirnya untuk pengamanan siapa?" ucapnya
Selama ini, tugas Grup A Paspampres yang berkekuatan empat detasemen, yakni melaksanakan pengamanan fisik jarak dekat terhadap Presiden RI dan keluarganya.

Tugas Grup B, lanjut dia, berkekuatan empat detasemen, melaksanakan pengamanan fisik jarak dekat terhadap wakil presiden RI dan keluarganya.

Tugas Grup C, berkekuatan dua detasemen melaksanakan pengamanan fisik jarak dekat terhadap tamu negara dan keluarganya, serta satu detasemen latihan bertugas melatih dan membina kemampuan personel Paspampres.
4) Romo Magnis Memberi Kode: Jokowi Gagal Nyapres Rakyat Rusuh
Jika Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo gagal menjadi calon presiden 2014, akan muncul kerusuhan di Indonesia. Jokowi bisa membuat Indonesia rusuh, dan membuat pendukung fanatiknya menjadi marah dan kehilangan akal sehatnya.
Analisis itu disampaikan tokoh Katolik Romo Franz Magnis Suseno dalam diskusi yang digelar di kantor Maarif Institute, Jakarta (04/03). “Kalau Jokowi tidak maju, maka bisa jadi ada kekerasan,” tegas Romo Magnis.
Selain Jokowi, kata Magnis, resiko yang sama akan timbul jika Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto juga gagal menjadi calon presiden. “Mungkin karena tidak lolos ambang batas 20 persen, jika Prabowo tidak maju akan ada masalah,” jelas Magnis.
Lebih jauh Magnis berharap Pemilihan Umum 2014 tidak menjadi sumber malapetaka, yang menyebabkan anak bangsa harus terlibat kerusuhan. Magnis juga berharap pemilihan umum dapat berlangsung dengan jujur dan adil, dan semua pihak menjaga agar tidak terjadi rekayasa perolehan suara.
Diberitakan sebelumnya, desakan agar PDIP mencalonkan Jokowi  menjadi presiden 2014, semakin menguat. Namun di sisi lain, Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri belum juga memutuskan pencapresan Jokowi
5) Mega & SBY Membiarkan Fenomena Jokowi, Ada Apa?
Terlihat jelas ada rencana besar untuk mendudukan Jokowi sebagai presiden RI ke tujuh dan menjadi boneka oleh para cukong cina & sekutu-sekutunya. Rencana besar terhadap Jokowi untuk jadi presiden boneka oleh para cukong-cukong Cina & sekutunya itu sudah dikonfirmasi presiden SBY melalui penasihatnya, Jend Purn Jusuf Iskan, mantan Kepala Bais.
Ia mengungkapkan informasi yang disampaikan Presiden Sby via Jusuf Sskan itu 90% sama dengan informasi yang beredar di narasumber kami.
Faktya SBY sadar bahaya besar ancam NKRI jika Cina hitam berkuasa di RI via boneka Jokowi, akan tetapi SBY tidak ambil tindakan meskipun sebenarnya mudah “menghancurkan” Jokowi. Namun Sby lebih suka untuk tidak menunjukan niatnya dan hindari ‘konfrontasi’ langsung dan memang SBY di kenal sebagai jenderal yang mahir bermain operasi intelijen.
Citra Presiden SBY terkenal degan sikap kehatian-hatian hingga dikesankan lelet, lambat, lebay adalah sandiwara. Padahal SBY adalah ahli strategi nomor 1 di Indonesia.
Menghancurkan Jokowi mudah karena cukup dengan menyebarkan fakta-fakta tentang kinerja, integritas dan kapasitas Jokowi yang sebenarnya. Tapi SBY tidak melakukan itu, media pun sama dengan sikap partai-partai lain yang juga tidak mengungkapkan, apalagi PDIP yang benci setengah mati sama Jokowi tapi menahan diri.

Karena bagaimana pun juga PDIP mendapatkan blessing dengan rekayasa pencitraan palsu Jokowi yang dibiayai, dilakukan dan support all out cukong.

Kenapa Jokowi berani menipu semua tokoh bangsa ?
JK, Prabowo, Mega dan rakyat? Karena dia di back up penuh konglomerat adidaya dunia. Majikan Jokowi adalah Antony salim, James Riady, Edward Suryajaya cs dengan hampir seluruh konglo cina hitam berada dibelakang mereka. Like son like father. Jika Muchtar Riady adalah agen intelijen china, James Riady juga demikian. Buktinya banyak di dokumen resmi pemerintah AS.
Tak terbantahkan Bill Clinton menang jadi presiden AS berkat bantuan dana luar biasa besar dari James Riady, John Huang cs.

Uang untuk kampanye Clinton dari James cs kemudian terbukti berasal dari China Resources Corp. Perusahaan kedok China Military Intellegence. Atas jasa besarnya membantu clinton ke tampuk kekuasaan, James menjadi sahabat karib Clinton, bersama sahabat clinton lain, hingga kini. Persahabatan erat Clinton & sahabat terdekatnya itu terbangun hingga kini, yang dikenal di AS dan dunia dgn julukan : ARKANSAS CONNECTION. Selain Bill tentu ada Hilary Clinton, John Kerry, Stanley Berhard Greenberg, Ramh Emmanuel, Webb Hubbel, Buddy Young, James Riady dsb

Arkansas connection saat ini adalah pemerintah bayangan di AS. Hampir semua anggotanya menduduki jabatan penting di gedung putih Obama. Rahm Emmanuel kini kepala staf gedung putih atau jabatan paling berpengaruh di AS setelah presiden. Kerry jadi menlu gantikan Hilary. Satu satunya anggota elit arkansas connection yang tidak menjabat posisi strategis di pemerintahan Obama hanyalah James Riady.

28. Seorang deputy director intelligence malaysia pernah menyebutkan James itu bermuara dua kekuatan 2 negara adidaya dunia : AS dan China. James agen china tapi juga sohib Clinton dan pada diri James Riady terdapat 2 kepentingan besar dari 2 negara super power dunia : AS dan China. Belum pernah terjadi dalam sejarah.

James anggota inti arkansas connection yg mengendalikan partai demokrat AS dan jadi mentor presiden Obama. James juga adalah agen intelijen pemerintah China (RRC) yang pindah agama ke kristen televangelis dibina tokoh nomor 1 kristen evangelis AS Pat Robertson yang sangat berpengaruh di Partai Republik AS. Sehinga ia masuk kristen evangelis James punya akses dan perlindungan dari tokoh evangelis AS, yang umumnya elit partai republik termasuk Bush.

Sedangkan presiden SBY sejak 2003 didukung penuh oleh partai republik AS. Paska kemarahan Bush kepada Presiden Megawati. Presiden Bush Jr marah besar kepada Megawati yg tdk mau menyatakan dukungan RI untuk serangan AS ke Irak pada tahun 2003 lalu, permintaan langsung George Bush Jr via telpon kepada Presiden Megawati agar RI mendukung serangan militer AS ke Irak, ditolak Mega. Kegusaran Bush bertambah ketika Megawati menolak permintaan Bush utk mendeportasi Ust Abubakar Baasyir yg dituduh AS sebagai teroris.

Kembali ke Jokowi. Dia didukung oleh pemerintah AS (partai demokrat AS, Arkansas Connection), RRC, China Connection dan konglomerat cina RI dan Jokowi sadar tentang dukungan luar biasa besar itu. Dia pasti jadi presiden. Dukungan politik, dana, jaringan, media, dll. Tanpa batas dan otak rekayasa pencitraan dan elektabilitas Jokowi adalah stanley bernhad greenberg. Ahli pollster dan konsultan politik No. 1 dunia.

Kenapa mereka dukung Jokowi ? Karena Jokowi ini tidak punya visi, misi, agenda, cita-cita kebangsaan. Dia suka dan nikmati jadi wayang. Jokowi tidak punya nasionalisme, patriotisme, harga diri dan martabat sbg anak bangsa Indonesia. Dia manusia boneka tanpa agenda apa-apa.

Itulah sebabnya Jokowi dijuluki Doraemon oleh para majikannya. Kita bisa titip apa saja dan jokowi setuju-setuju saja. Yang penting dia manggung
Apakah Jokowi hanya sendiri jadi boneka ? Tidak. Ada Ahok, ada Dahlan Iskan dan Hary Tanoe. Mereka berempat sebenarnya punya majikan yang sama diorbitkan, dia terus blusukan utk pencitraan. Media dan pasukan khusus (cyber, aktifis & akademisi pelacur)
Dahlan iskan dipromosi oleh Chairul Tanjung. CT adalah proxy atau boneka antony salim, yang sejak reformasi, bisnisnya disembunyikan.

Relawan PDI projo, gebyar Jokowi, ormas-ormas pendukung jokowi, media-media, aktifis, faksi parkindo di PDIP, alumni PK China Siapa danai?

H. Lukminto, Bos Sritex Solo yang menyuap Jokowi di pelepasan hotel maliyawan sudah wafat. Padahal dia saksi kunci Tersangkakan Jokowi. Seorang professor UI yg semula keliru analisis tentang Jokowi, akhirnya sadar, dan sering hubungi kami untuk tukar informasi, juga telah wafat.
Kini pertarungannya adalah melanggengkan kekuasaan SBY hingga 2016. Hal ini dilakukan demi bebas dari jeratan tekanan Presiden RI baru dan masa KPK akan habis pada kurun waktu tersebut.
Skenarionya adalah hidupkan kerusuhan dan TNI akan tampil ke permukaan mengamankan chaos dan Panglima tertinggi akan mengambil alih negara. Panglima TNI saat ini adalah Jend Moeldoko.
Hingga 2016 akan diletupkan berbagai chaos dengan berbagai macam modus dan dapat dipastikan Jokowi akan sulit maju menjadi capres kalau DKI Jakarta dalam keadaan genting. Setidaknya akan tertunda langkahnya. 
Informasi yang muncul ke meja redaksi kami adalah siapa Capres dari PDIP? Megawati akan mencari pengamanan perwira tinggi TNI Ryamizard Ryacudu. 
Pasangan Wiranto dan Hary Tanoe, maupun Prabowo Subianto yang akan berpasangan dengan Ahmad Heryawan dari PKS disinyalir akan sulit bersaing karena diduga hanya sebagai cheerleader 'pesta demokrasi' bagi tahta God father.
Namun ini adalah bentuk pre-emptive warning, bisa terjadi bisa juga di switch ke plan lainnya. Inilah skenario A yang mungkin terjadi. Lalu Bagaimanakah skenario B nya? Tunggu Mafiawar berikutnya. Wallahu'alam bishowab [aM/rojul/voa-islam.com]

Selasa, 22 April 2014

Mega, Jokowi, Jacob Soetoyo, Jaringan Yahudi Trilateral Commission

JAKARTA (voa-islam.com) Betapa Mega, Jokowi, PDIP sudah menjadi jaringan kepentingan Yahudi, Katolik, dan kelompok 'invisible hand' (kekuatan tak nampak), yang sekarang bermain dalam perubahan politik di Indonesia.

Kekuatan 'Trilateral Commission" internasional, berkolaborasi dengan Mega, Jokowi, dan kekuatan politik lokal, berusaha mengambil alih kekuasaan di Indonesia, dan menggunakan momentum pemilu 2014 ini.
Melalui pengusaha Jacob Soetoyo Presdir PT Gesit Sarana Perkasa, pemilik saham hotel elite JS Luwansa di Kuningan, Jakarta Selatan, terkoneksi dengan kekuatan-kekuatan 'global' yang ingin melakukan penguasaan terhadap Indonesia.
Jacob Soetojo yang merupakan bagian 'Chinese Oversease' (Cina Perantauan), yang  memulai karir bisnisnya sejak tahun 1980. Dia bergabung ke PT Alakasa Industrindo tbk sebagai komisaris dan ditunjuk sebagai Wakil Presiden Komisaris PT Alakasa Industrindo tbk pada tahun 2010.
Alakasa adalah perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur seperti produksi alumunium. Perusahaan tersebut berada di Jakarta dan didirikan sejak tahun 1972.
Jacob meraih gelar S1-nya di bidang perdagangan dari Concordia University, Montreal Kanada pada tahun 1978. Lalu mengambil gelar S2-nya di bidang administrasi dari McGill University, kanada.
Jacob Soetojo  pernah tercatat dalam barisan dewan pengawas Center of Strategic and International Studies (CSIS) pada tahun 2005. CSIS adalah lembaga pengkajian kebijakan sosial, politik, dan ekonomi Indonesia. Dia juga pendiri Yayasan Kebun Raya Indonesia.
CSIS menjadi otak 'think-than' Orde Baru, yang mensuplai konsep kebijakan Orde Baru, dan menghancurkan golongan Islam. CSIS di awal Orde Baru merupakan kolaborasi antara para jenderal 'abangan' dengan kalangan Katolik 'Ordo Jesuit'.
Sebagai orang CSIS, Jacob jelas dekat dengan Sofyan Wanandi? Siapa itu Sofyan Wanandi ? Dialah yang di era reformasi 98-99 dulu mengancam : “Jika Habiebie jadi Presiden Indonesia, dollar akan naik 15 ribu!”
Saya yang waktu 98-99 sedang tingkat akhir (mau lulus kuliah), ingat betul pernyataan Sofyan Wanandi itu karena dimuat di media dan televisi. Benar saja, dollar saat itu naik dan mencapai 15 ribu!. Saya yang butuh peralatan untuk tugas akhir harus menerima kenyataan bahan-bahan tugas akhir harganya naik (rapidho, kertas kalkir, penggaris staedler dll).
Jacob tumbuh di lingkungan pengusaha sukses. Seperti Jacob, keluarganya juga banyak yang bergerak di bidang bisnis dan yayasan sosial, seperti Jahja Soetoyo, Meiriana Soetoyo dan Meiriani Soetoyo. Mereka tergabung dalam JS Brothers Fund Foundation.
Satu hal yang PENTING : Jacob adalah anggota Trilateral Commission Wilayah Asia-Pasifik dari Gesit Company. Silahkan download file dibawah ini :
  1. trilateral.org/download/file/PA_list_7-13.pdf
Beberapa nama seperti penasihat Gedung Putih Zbigniew Brzezinsky, Gubernur Bank of Israel Stanley Fischer, intelektual pro-aneksasi Irak Francis Fukuyama, Samuel P. Huntington, David Rockefeller, Henry Kissinger, mantan Presiden Bank Dunia dan mantan Menhan AS Robert McNamara termasuk dari sekian banyak anggotanya.
Lalu apa itu Trilateral Commission? Tulisan sederhana ini akan mengulasnya secara singkat.
Profil Trilateral Commisssion (TC)
Komisi Trilateral (TC) adalah organisasi non-pemerintah yang dibentuk di tengah-tengah krisis minyak Timur Tengah. Kelompok diskusi non-partisan yang didirikan oleh David Rockefeller1 pada bulan Juli 1973 untuk mendorong kerjasama yang lebih erat antara Amerika Utara, Eropa Barat, dan Jepang.
“Kata” Trilateral“berarti” tiga-sisi “.Tiga sisidalam halini adalahAmerika Utara, Eropa, dan Jepang. Amerika Utara, Eropa,dan Jepangmemiliki beberapakesamaan, yangpaling penting adalahkekayaan mereka, yang terutama berasaldariindustri produksi. Bahkanpertanian pun diindustrialiasi,dalam arti bahwapara petanidi negara-negaraTrilateralmenggunakan banyakmesin.
Pendiri dan penggerak utama TC pemodal internasional David Rockefeller, pemilik Chase Manhattan Bank.
Wartawan Bill Moyers berbicara tentang kekuatan dari David Rockefeller dalam sebuah film dokumenter TV, Pemerintah Rahasia pada tahun 1980: “David Rockefeller adalah hari ini perwakilan paling mencolok dari kelas penguasa, persaudaraan multinasional laki-laki yang membentuk ekonomi global dan mengelola aliran modal … warga negara yang diberikan hak istimewa dari seorang kepala negara … Dia tak tersentuh oleh bea cukai atau kantor paspor dan hampir tidak berhenti untuk sebuah lampu lalu lintas. “2
Dua bulan setelah pertemuan Bilderberg, pada Juli 1972, David meminjamkan tanah miliknya yang terkenal, Pocantico Hills di lembak Hudson, New York sebagai pusat pertemuan Trilateral Commission. Sekitar 200 orang banker dan industrialis hadir, yang rata-rata mereka pun adalah anggota Bilderberg dan CFR.
Pertemuan TC juga terjadi di Tokyo pada 21-23 Oktober 1973. Enampuluh lima orang mewakili grup Amerika Utara yang semuanya sekaligus member dari Council on Foreign Relations (CFR).
Sekitar 300 anggota bergabung pada tahun 1973, mereka adalah pengusaha internasional, bankir, pemerintahan, akademiksi, media, dan kalangan pekerja konservatif.
KomisiTrilateraldibagi menjaditiga wilayah :Amerika, Eropa, danAsiaPasifik. Markaswilayah Amerika berada di Washington; Eropadi Paris; danAsiadiTokyo. Pertemuan tahunan TC pada tahun2006diadakan diTokyo selama tiga hari. Tahun 2007diadakan di Brussels, dan2008 dari25-28 AprildiWashingtonDC. Pertemuanitutertutupuntuk umum, dan mediayang tidak berafiliasi dengan TCditolak aksesnya.
TC tidak hanya berkumpul mengkaji dan merumuskan kebijakan, tetapi mereka sejak dulu telah berhasil menempatkan orang-orangnya dalam lingkungan penting pemerintahan di dunia. Saya ambil beberapa contoh :
1. ·George S. Franklin Jr., salah satu direktur Council Foreign Relations (CFR), dia adalah teman kuliah David Rockefeller dan menikah dengan Helena Edgell, sepupu David. George menduduki posisi Sekjen dan Koordinator TC untuk Amerika Utara.
2. ·Henry Kissinger, anggota kunci TC yang menjabat Presiden Amerika.
3. ·Zbigniew Brzezinski, staff kepresidenan Henry Kissinger. Pakar politik Universitas Columbia, pendiri Trilateral, dan salah satu direktur CFR.
4. ·President Ford, menunjuk Robert S Ingersoll (Borg-Warner Corp dan First National Bank of Chicago) sebagai Menlunya. Ingersoll adalah anggota TC. Pada tahun 1974, Ingersoll digantikan oleh Charles W. Robinson, seorang pengusaha dan anggota TC. (sumber : Murray N.Rothbard, Wall Street, Banks, and American Foreign Policy, hal. 61-62)
Contoh lainnya, bagaimana pemerintahan Jepang tahun 1973 dikuasai para trilateralis :
Koichi Kato, Deputi Sekretaris Kabinet
Kiichi Miyazawa, Menteri Luar Negeri, Direktur Agensi Perencama Kebijakan EKonomi
Nobuhiko Ushiba, Menteri Ekonomi, Perwakilan Multirateral Trade Negotiation, Penasehat Menlu
Saboro Okita, Menlu.
Jika yang punya update kaum trilateralis yang menguasai pemerintahan Jepang saat ini, silahkan dishare.
Dari contoh-contoh tersebut, tampak jelas karakter dari TC yang selalu berusaha mempengaruhi policy sebuah negara dengan cara menempatkan orang-orangnya dalam posisi pemerintahan. Jika mereka tidak dapat menduduki suatu pos kunci, maka mereka bisa menempatkan orang-orang yang sepaham atau bisa mereka kendalikan.
Bahkan lewat Trilateral Commisision inilah, beberapa calon presiden AS di fit and proper test dulu, sebelum maju mencalonkan diri.
Profil Pendiri.
Mari kita kenali profil para pendiri Trilateral Commissions :

David Rockefeller

David Rockefeller. Bankir dan pendiri Trilateral Commission
Dia adalah salah satu orang terkaya dan paling berpengaruh di dunia. Kekayaan bersihnya mencapai sekitar $2,2-$2,9 trilyun.
David Rockefeller adalah pimpinan keluarga Rockefeller, keluarga terhormat dan berpengaruh. Dia memiliki koneksi luas dengan orang-orang kaya dan penting di dunia yang tidak cukup digambarkan dalam artikel ini.
Silahkan coba baca-baca saja http://en.wikipedia.org/wiki/David_Rockefeller
David juga anggota dari forum-forum penting seperti Bilderberg group, Bohemian Group, chairman dari Council on Foreign Relations (CFR), dan pendiri sekaligus anggota Trilateral Commission.
Pandangannya tentang dunia sangat globalis dan pro New World Order (Tatanan Dunia Baru). Berikut video saat dia dikonfrontir tentang agenda NOW saat berkunjung ke Chili :
Dalam buku Memoirs-nya yang terbit pada tahun 2002, halaman 405, David mengaku sebagai bagian dari rencana jahat Illuminati untuk menguasai Amerika dan dunia.
Sejumlah orang bahkan percaya bahwa kami(keluarga Rockefellermerupakan bagian darikomplotan rahasiayang bekerjamelawan kepentinganterbaikAmerika Serikatkarakteristik keluarga sayadansaya sebagai seorang internasionalis’ danbersekongkoldengan orang laindi seluruh dunia untukmembangunlebihglobal terpadupolitikdanstruktur ekonomi-satu duniajika Anda mauJika itutuduhannya, sayamengakuibersalahdan sayabangga karenanya
Pada satu kesempatan, David pernah berkata:
Kita berada di ambangtransformasiglobal.Yang kita butuhkanadalahkrisis besaryang tepat danbangsa-bangsaakanmenerimaNew World Order.”

Zbigniew Brzezinski

Zbigneiw Brzezinski. Globalis dan Pakar politik internasional
Zbigneiw Brzezinski adalah seorang mantan Penasehat US National Security, pendiri Trilateral Commission, anggota CFR, Club of Rome, dan Committee of 300. Ia merupakan keturunan Polish Black Nobility (Old World Order) dan kolega Henry Kissinger. Dalam bukunya yang berjudul “Technotronic Era” (1970), Brzezinski meramalkan kedatangan jaringan kendali (control-grid) diktatoris di bawah para globalis:
“Mungkin akan segara terlaksana pengendalian atas semua warga negara secara terus-menerus dan pemeliharaan file-file agar tetap up-to-date, yang mengandung data paling pribadi tentang kesehatan dan perilaku semua warga di samping data lain yang lebih umum. File-file ini akan menjadi sarana pencarian informasi oleh para penguasa. Kekuasaan akan jatuh ke dalam genggaman orang-orang yang mengendalikan informasi. Institusi-institusi kita yang telah ada akan digantikan oleh institusi-institusi manajemen pra-krisis, yang tugasnya adalah mengidentifikasi krisis sosial lebih awal dan mengembangkan program untuk mengatasinya. Ini, setelah beberapa dekade berikutnya, akan mendorong kecenderungan menuju Technotronic Era, sebuah Kediktatoran yang hanya menyisakan sedikit ruang untuk prosedur-prosedur politik yang kita kenal. Akhirnya, jika melihat pada akhir abad ini, kemungkinan penggunaan mindcontrol biokimia serta rekayasa genetik pada manusia, termasuk pada makhluk-makhluk yang berfungsi dan berfikir seperti manusia, dapat menimbulkan beberapa pertanyaan sulit.”
Buku berjudul “The Technotronic Era” itu dipesan oleh Club of Rome. Buku itu merupakan pengumuman terbuka tentang cara dan metode yang digunakan untuk mengendalikan Amerika Serikat di masa mendatang… Brzezinski, saat berbicara untuk Committee of 300, mengatakan bahwa Amerika Serikat sedang bergerak ‘menuju sebuah era yang berbeda dari pendahulunya; kita sedang bergerak menuju ‘technotronic era’ yang dapat dengan mudah menjadi sebuah kediktatoran…’ Brzezinski selanjutnya mengatakan bahwa masyarakat kita ‘sekarang berada dalam revolusi informasi yang berlandaskan pada fokus hiburan, tontonan (pemberitaan peritiwa-peristiwa hiburan melalui televisi) yang menjadi racun bagi orang banyak yang tak memiliki tujuan.’ Apakah Brzezinski merupakan seorang peramal? Apakah ia bisa melihat masa depan? Jawabannya TIDAK; apa yang ia tulis dalam bukunya disalin dari blueprint milik Committee of 300 yang diserahkan ke Club of Rome untuk dilaksanakan.” – John Coleman, “Conspirators Hierarchy: The Story of the Committee of 300”
Brzezinski juga menjabat sebagai penasehat CSIS, lembaga think tank yang didirikan oleh dua tokoh militer Orde Baru, Ali Murtopo dan Soedjono Hoemardani dan memperoleh pengaruh kuat selama masa Presiden Soherto.
lihat link : http://csis.org/expert/zbigniew-brzezinski
Tentang sejarah CSIS, silahkan klik link ini :
http://tikusmerah.com/?p=1204&wpmp_tp=3&wpmp_switcher=desktop
Agenda Politik Trilateral Commission
TC jelas memiliki agenda politik-ekonomi, yang secara pokok dibagi dalam dua poin di bawah ini :

1.World Management

Dalam bukunya yang berjudul “Technotronic Era” (1970), Brzezinski meramalkan kedatangan jaringan kendali (control-grid) diktatoris di bawah para globalis: “Mungkin akan segara terlaksana pengendalian atas semua warga negara secara terus-menerus dan pemeliharaan file-file agar tetap up-to-date, yang mengandung data paling pribadi tentang kesehatan dan perilaku semua warga di samping data lain yang lebih umum. File-file ini akan menjadi sarana pencarian informasi oleh para penguasa. Kekuasaan akan jatuh ke dalam genggaman orang-orang yang mengendalikan informasi. Institusi-institusi kita yang telah ada akan digantikan oleh institusi-institusi manajemen pra-krisis, yang tugasnya adalah mengidentifikasi krisis sosial lebih awal dan mengembangkan program untuk mengatasinya. Ini, setelah beberapa dekade berikutnya, akan mendorong kecenderungan menuju Technotronic Era, sebuah Kediktatoran yang hanya menyisakan sedikit ruang untuk prosedur-prosedur politik yang kita kenal. Akhirnya, jika melihat pada akhir abad ini, kemungkinan penggunaan mindcontrol biokimia serta rekayasa genetik pada manusia, termasuk pada makhluk-makhluk yang berfungsi dan berfikir seperti manusia, dapat menimbulkan beberapa pertanyaan sulit.”
2.Controlling World Assets
Tujuan ini dibagi ke dalam tiga poin :
  1. 1. Rakyat, Pemerintahan, dan ekonomi seluruh bangsa harus melayani kebutuhan bank dan korporasi multinasional. Ditegaskan oleh Zbigniew Brzezinski dalam bukunya Technotronic Era
  2. 2. Kontrol atas sumber daya ekonomi sebagai mantra kekuatan dalam politik moderen.
Tentu saja, setiap warga negara harus diarahkan/dididik/digiring untuk selalu percaya bahwa demokrasi Barat itu ada, kesetaraan itu ada, betatapun kondisi ketidaksetaraan ekonomi terlihat.
  1. 3. Para Pimpinan demokrasi kapitalis, sistem dimana kendali ekonomi dan profit, sekaligus kekuasaan politik, harus bertahan dan bergerak maju melawan sistem demokrasi yang sejati.
(Sumber : Holly Sklar, ibid, hal. 5).
Singkatnya, trilateralisme adalah usaha para elit berkuasa untuk merekayasa ketergantungan dan demokrasi, di dalam negeri (Amerika) maupun di luar negeri.
Silahkan renungi, setiap kali Amerika dan kawan-kawanya mengatakan “demokrasi” maka maksud tersirat dari kata tersebut yaitu : “Ketundukkan pada pengaruh/kepentingan Amerika.” Bukan demokrasi dalam arti partisipasi rakyat dalam ranah politik.
Sejak tragedy WTC 2001, Amerika jelas akan mempromosikan “demokrasi” (ketundukkan pada Amerika) dan akan memposisikan siapapun sebagai musuh yang menentang demokrasi versi Washington. Silahkan baca-baca National Security Strategy.
Mengabadikan America-Centered Transnational Hegemony
Era Soeharto :
Sejak era Soeharto, setiap yang akan menjadi RI-1, selalu harus mendapat restu internasional, terutama Amerika.
Soeharto dengan Mafia Berkeley (Frans Seda, Ali Said, Widjojo, dll) membuka lebar-lebar kuku besi Washington di NKRI. Freeport, Caltex, dll memulai perkawinan Indonesia dengan liberalisme.
Lembaga think-tank yang berpengaruh di era itu adalah CSIS, yang dikomandoi Ali Murtopo. Kader-kader CSIS sekarang : Sofyan Wanandi, Jacob Soetoyo.
Kelompok CSIS ini juga dekat dengan Riady Family, (Lippo grup). James Riady pernah muncul sebagai salah satu tim sukses Clinton.
Ironisnya, Soeharto pun digulingkan oleh induk semang yang dulu mengangkatnya. Lagi, Sofyan Wanandi kali ini berperan dalam posisi yang berbeda : menggulingkan Soeharto melalui krisis ekonomi.
Peran IMF dalam krisis ekonomi ini telah diakui oleh mantan Direktur IMF waktu itu Micahel Camdessus. Dalam wawancara “perpisahan” sebelum pensiun dengan The New York Times, Camdessus yang bekas tentara Prancis ini mengakui IMF berada di balik krisis ekonomi yang melanda Indonesia. “Kami menciptakan kondisi krisis yang memaksa Presiden Soeharto turun,” ujarnya.[i]
Soeharto jatuh karena IMF. Pendapat ini antara lain dikemukakan Prof. Steve Hanke, penasehat ekonomi Soeharto dan ahli masalah Dewan Mata Uang atau Currency Board System (CBS) dari Amerika Serikat.
Menurut ahli ekonomi dari John Hopkins University itu, Amerika Serikat dan IMF-lah yang menciptakan krisis untuk mendorong kejatuhan Soeharto.
Jika pernyataan Camdessus dan Hanke diatas dihubungkan dengan ancaman Sofyan Wanandi yang telah saya singgung di awal, ini menunjukkan adanya benang merah antara Sofyan Wanandi - IMF - Krisis Moneter 1998.
Artikel Majalah TIME, 3 Nov 1997 yang mengungkap peran spekulan binaan Soros dalam menciptakan krisis moneter di Thailand (termasuk Indonesia)
Sebuah artikel majalah TIME 3 November 1997 yang berjudul How To Kill A Tiger, Speculators Tell The Story Of Their Attack Against The Baht, The Opening Act Of An Ongoing Drama,” disusun oleh Eugene Linden secara mencengangkan menuturkan pengakuan pada spekulan dalam mengacak-ngacak mata uang baht dan menciptakan krisis moneter di Asia Tenggara.[ii]
Pengakuan para spekulan itu sangat brutal : “Kami seperti serigala di atas bukit melihat ke bawah pada sekawanan rusa,” kata salah satu spekulan mata uang yang membantu memicu devaluasi yang mengarah pada kejatuhan di pasar saham yang menyapu dunia minggu lalu (akhir Oktober 1997 – pen). Akhir 1996, delapan bulan sebelum Thailand akhirnya menyerah dan mendevaluasi baht, sekelompok “serigala” telah berkeliaran. Mereka melihat perekonomian Thailand bukan sebagai salah satu harimau Asia, tapi lebih seperti mangsa yang terluka. Setiap pemangsa mulai merencanakan serangan. “Dengan memusnahkan mereka yang lemah dan sakit, kami membantu menjaga kesehatan kawanan,” kata spekulan itu. Dan pemusnahan pun mereka lakukan. Melalui wawancara dengan anggota “serigala” ini, majalah TIME telah merekonstruksi kisah tentang bagaimana para spekulan melahap mata uang Thailand dan menggerakkan krisis yang sedang berlangsung serta menyebabkan trauma keuangan di seluruh dunia.
Di era Reformasi, terjadi pergulatan antara kelompok yang menginginkan keberlanjutan liberalisasi Indonesia melalui reformasi vs kelompok yang tetap pada pemahaman lama : Indonesia harus bersih dari asing. Dari sinilah muncul konflik-konflik dan pertarungan politik sebelum Sidang Istimewa MPRS yang berhasil mendudukkan Habiebie sebagai Presiden ke-3.
Fihak pro Liberal tentu tidak senang, makanya Sofyan Wanandi mengancam akan menaikkan nilai dollar jika Habiebie jadi Presiden.
Era Habiebie :
Pada era yang singkat inilah sebenarnya nilai dollar kembali berhasil diturunkan hingga level Rp. 5000/1 dollar. Tapi tidak ada satu pun media yang mengangkat dan mengapresiasi langkah pemerintah.
Sekaligus ini membantah logika kaum liberalis bahwa sosok Habiebie tidak ramah pasar.
Di era ini sempat muncul Adi Sasono yang mengusung PER (Pos Ekonomi Rakyat) yang berusaha membantu dan mengangkat ekonomi rakyat kecil dengan bantuan modal dan bimbingan konseling.
Tapi saying, lagi-lagi kaum liberalis berulah. Mereka, dengan dukungan media massa, menggelembungkan opini dan citra jika Adi Sasono “anti Cina”. Padahal Adi telah keras membantah jika dia rasis dan anti satu kelompok.
Dia hanya ingin ekonomi masyarakat kecil yang jumlahnya mayoritas, tapi minoritas secara kualitas itu bisa maju. Apa itu salah?
Era Mega dan Gus Dur :
Di era reformasi, ada beberapa tokoh nasional yang ditawari bantuan dan datang ke Amerika, diantaranya adalah : Amien Rais dan Megawati. Keduanya sama-sama membantah soal tersebut ketika dikonfrontir oleh Metro TV.
Pada era Megawati, jual-jualan asset negara dimulai. Satelindo dll. Orang yang berperan dalam jual-jualan itu adalah Laksamana Soekardi.
Ada tokoh mafia Berkeley yang berperan penting di era Mega : Boediono (sekarang Wapres).
Era SBY :
Sebenarnya SBY tetap presiden yang mendapat restu Washington. Tapi diakhir jabatannya ini ada beberapa hal positif yang bisa kita lihat :
  1. Keberhasilan uji materil UU Migas yang mengatur bagi hasil dan hak mayoritas pengelolaan. Aksi ini dilakukan pakar hukum, Prof. Yusril Ihza Mahendra dan diluluskan oleh Mahkamah Konstitusi.
  2. Ditetapkannya regulasi baru yang melarang ekspor bahan mentah. Sikap ini jelas membuat gerah para investor asing di Indonesia, terutama Amerika (Freeport) dan Jepang. Mereka menolak membangun smelter di Indonesia, Jepang bahkan mengadukan tindakan Indonesia kepada WTO.
Pasca SBY :
Fihak liberal tentu menginginkan kepentingannya tetap aman di Indonesia. Karena itu mereka mencari-cari siapa kira-kira kandidat yang menurut mereka ramah terhadap kepentingan mereka.
Jika pertemuan di rumah Jacob adalah bagian dari transaksi kepentingan, maka sosok Jacob yang anggota Trilateral jelas merupakan kepanjangan tangan para trilateralis (Amerika, Eropa, Jepang) di Indonesia. Hal ini diperkuat dengan hadirnya Dubes AS dan Inggris di pertemuan Senin malam tersebut.
Jadi , omong kosong jika pertemuan itu tidak bermuatan politik-ekonomi. Jelas itu dagang kepentingan, kelompok Trilateral menginginkan amannya pasar mereka di Indonesia. Sementara partai dan capresnya, ingin memastikan dukungan (politik dan materil) sebagai usaha mengukuhkan misi jelang Pilpres Juli 2014 nanti.
Lalu sampai kapan kita harus berada diketiak mereka? Selama masih ada orang-orang yang bermental budak, selama masih ada orang yang tega menggadaikan kepentingan nasional demi keuntungan kelompoknya, selama tidak ada keberanian untuk berkata TIDAK, selama itu pula NKRI tidak akan pernah mencapai kata MERDEKA.
MERDEKA adalah jargon yang selalu diteriak-teriakan Megawati dan PDIP sejak mereka ditindas Soeharto dulu. Sekarang Mega, Jokowi, dan PDIP menjadi alat kepentingan 'global', dan tak lain, mereka adalah jaringan Yahudi, melalui 'Trilateral Commission'. IRONI!
(ahmad sofyan/kmpsn)
Rujukan :
  1. “David Rockefeller”. Trilateral Commission. Retrieved 14 March 2013. http://www.trilateral.org/go.cfm?do=Page.View&pid=21
  2. Daniel Estulin, The Bilderberg Group, (Independent Publishers Group, 2005), hal. 138
  3. Majalah TIME, No. 18 Vol. 150, 3 November1999.

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Intelligent Leaks lainnya:

- See more at: http://www.voa-islam.com/read/intelligent/2014/04/16/29892/mega-jokowi-jacob-soetoyo-jaringan-yahudi-trilateral-commission/#sthash.EEpoJQsO.mES6PZj9.dpuf

Selasa, 03 September 2013

Catatanku

Absurditas manusia yg tak sanggup di urai akal membuat sebagian orang berfikir bahwa penderitaan yg ada merupakan bukti tidak adanya tuhan, dan agama hanyalah biang keladi terjadinya perpecahan antar umat manusia.
Seorang filsuf menembak kepalanya sendiri, tatkalah berada dalam pusaran gelisah dan hampa jiwa. Di dalam benaknya hidup hanyalah antrean panjang melelahkan dalam menunggu kepastian datangnya kematian.
Hidup hanyalah kosong tanpa makna:

Mati hari ini atau esok sama saja
Persetan dgn Tuhan dan agama
Surga neraka hanya isapan jempol belaka
Mitos
Fiksi
Rekayasa imaji kaum delusi
Untuk menteror umat
Agar patuh terhadap aturan mereka !

Derita yg tak kau fahami asal usul dan sebab akibatnya, akan menjadi gumpalan awan hitam yg menyelimuti jiwamu, menutupi kesadaran akan keberadaan zat yg ada di balik setiap gerak dan peristiwa.
Selama engkau membanggakan pencapaian akal/logikamu dan menafikan keberadaan akal intuisimu, maka engkau tidak akan pernah mengerti maksud dari setiap gerak dan peristiwa yg terajdi di semesta jagad raya ini.
Engkau tidak akan pernah mengerti mengapa tuhan membiarkan pertumpahan darah terus berlangsung di muka bumi.
Manusia di biarkannya membangun peradaban sombong, lalu negeri negripun di tenggelamkan, dan pergantian kaum terus terjadi.
Tetaplah patuh pada perintah, anjuran dan laranganNya, selama itu datang dari sumber hukum kebenaran.
Kesombongan adalah hak tuhan, sebab Dia mencipta memberi rizqi menggerakkan sekaligus mengendalikan semesta jagat raya ini. Begitu pula dgn hidayah/petunjuk merupakan hak tuhan. Para nabi dan para penyambungnya hanyalah berkewajiban menyampaikan kabar dari sumber yg maha benar.. "barangsiapa mendapatkan petunjuk sesungguhnya hanya untuk dirinya, dan barang siapa yg di sesatkan tiada penolong baginya".
Penyimpangan penyimpangan moral yg dilakukan oknum pemeluk agama itu manusiawi, sebab manusia sebagai penerima informasi menghadapi kendala dari luar dan dari dalam dirinya.
Manusia sebagai makhluk ruhaniah, disamping memiliki potens ruh hewaniyah yg mensublim dalam bentuk desakan tabiat kebinatangan, juga memiliki potens ruh ilahiyah atau ketuhanan yg mereflexi menjadi suara kemanusiaan dalam bentuk hati nurani.
Apapun rasnya, apapun suku bangsa dan budayanya, hati nuraninya sama persis; Yg membedakan hanya pada persepsi, interpretasi dan pola implementasinya.
Dari luar dirinya manusia menghadpi kendala destorsi informasi seiring perjalanan waktu yg cenderung mengaburkan informasi maupun sejarah yg berdampak pada penyimpangan penyimpangan tafsir. Belum lagi intervensi iblis yg menyimpan dendam berakar dengki, dan sangat piawai dalam memainkan perangkat lunak di dalam jiwa setiap orang.
Selama iman masih lekat di dada ,dan pengabdian tersampaikan ke alamat yg benar, insya'allah ampunanNya menyelamatkanmu.."Jangan engkau tinggalkan zikir kepada Allah, sebab lalaimu terhadap Allah tanpa adanya zikir adalah lebih berbahaya daripada lalaimu kepada Allah dengan masih tertinggal zikir di hatinya. Mudah-mudahan Allah mengingat kamu untuk berzikir dari suka melalaikan kepada sadar melaksanakan zikir. Dari zikir yang sadar meniadi zikir yang penuh kehadiran hati. Dari zikir dengan hadimya hati kepada zikir yang masuk kepada kegaiban. Tidaklah ada kesukaran bagi Allah tentang hal-hal seperti itu.”ibn Athaillah.

Bung Karno Dan Empat Strategi Melawan Imperialisme

Minggu, 5 Februari 2012 | 4:16 WIB   ·   1 Komentar
 Bung Karno pidato di depan rakyat
Indonesia adalah negara yang sangat luas. Negeri ini sama luasnya dengan penggabungan tujuh negara eropa: Inggris, Perancis, Jerman barat, Belgia, Belanda, Spanyol, dan Italia.
Pada permulaan abad 20, jumlah penduduk Indonesia adalah enam kali lipat dari negeri yang menjajahnya: Belanda. Selama berabad-abad bangsa Indonesia berjuang melawan kolonialisme Belanda itu.
Pada permulaan abad 20, pada tahun 1920-an, muncul seorang pionir dari gerakan pembebasan nasional Indonesia: Soekarno. Berbagai gerakan politik yang diusung oleh Soekarno, juga penyebaran gagasan-gagasannya, dianggap mengancam eksistensi kekuasaan kolonial.
Soekarno, yang banyak dipengaruhi oleh gagasan Marxisme dan aliran nasionalisme progressif, banyak membenangkan hidupnya dalam pekerjaan menganalisa watak imperialisme dan cara-cara melawannya.
Empat strategi imperialisme
Pada tahun 1930, di dalam penjara kolonial, Bung Karno menyusun sebuah pidato pembelaannya (pledoi). Berkat bantuan istrinya, Inggit Ginarsih, yang setia menyelundupkan buku-buku ke dalam penjara, Bung Karno mematangkan pandangannya tentang imperialisme.
Salah satu analisa Bung Karno yang sangat menarik adalah empat strategi imperialisme untuk mempertahankan kekuasaannya di Indonesia:
Pertama, sistem imperialisme melahirkan politik divide et impera, yakni politik memecah-belah.
Menurut Soekarno, imperialisme di mana saja, apapun bentuknya, punya slogan yang sama: “Verdeel en heers”—pecahkan dan kuasai! Dengan menggunakan mantra itu, kolonialisme bisa membangun kekuasaan di negara lain.
Itu pula yang terjadi di Indonesia. Negeri yang luasnya 60 kali luas Belanda ini bisa ditaklukkan sampai ratusan tahun. Tentu saja, kata Soekarno, senjata pamungkas belanda terletak pada politik “divide et impera”.
Ada banyak cara untuk menjalankan politik adu domba ini: menggunakan media massa untuk meniupkan perpecahan. Di sini, pers-pers belanda selalu merendahkan, bahkan melemahkan, setiap upaya pembangkitan nasionalisme kaum inlander (bumiputra); menjalankan politik “eilandgouvernementen”—pemerintahan sepulau-sepulau—dengan memecah belah administrasi pemerintahan; menggunakan agama untuk memicu konfrontasi dengan pemeluk agama lain.
Kedua, sistem imperialisme menetapkan bangsa Indonesia dalam kemunduran.
Imperialisme berusaha membawa bangsa Indonesia ke arah kemuduran. Caranya, salah satunya, adalah penghancuran fikiran-fikiran (akal budi) rakyat.
Politik kolonial mengubah rakyat Indonesia menjadi rakyat kecil, “nrima”, rendah pengetahuannya, lembek kemauannya, sedikit nafsu-nafsunya, hilang keberaniannya. Pendek kata, kolonialisme mengubah rakyak Indonesia menjadi (maaf) rakyat kambing yang bodoh dan mati energinya.
Pemikir perancis yang anti-kolonial, Frantz Fanon, juga menguraikan bagaimana kolonialisme menghancurkan budaya dan karakter rakyat. Akibatnya, rakyat di negara jajahan ditingalkan dalam kebingungan intelektual dan moral.
Ketiga, sistem imperialisme membangun kepercayaan di dalam hati dan fikiran rakyat, bahwa bangsa penjajah lebih superior dibanding bangsa terjajah.
Kolonialisme di mana saja, kata Bung Karno, selalu berusaha menutupi maksudnya, bahkan menciptakan teori manis untuk mencapai tujuan mereka.
Tidak jarang, misalnya, kita menemukan literatur yang menyebutkan bahwa misi kolonialisme adalah “misi suci” (mission sacree): penyebaran agama, menyebarkan pencerahan, dan membuat rakyat jajahan menjadi “beradab”.
Tidak jarang, dalam upaya menanamkan superioritasnya, pihak kolonialis melegitimasi keunggulan-keunggulan rasial: kulit putih lebih unggul dari kulit berwarna. Dalam sejarah kolonialisme di Indonesia, kita sering mendengar bagaimana cacian “inlander” disepadamkan dengan makian “anjing”, “kerbau”, dan lain-lain.
Yang lebih parah, seperti diakui Bung Karno, rakyat Indonesia dicecoki dengan anggapan “inlander bodoh”. Dengan cekokan itu, yang berlangsung secara turun-temurun, rakyat jajahan kehilangan kepercayaan diri dan kebanggaannya.
Keempat, sistem imperialisme membangun kepercayaan di dalam hati dan fikiran rakyat, bahwa kepentingan rakyat akan sejalan dengan kepentingan imperialisme.
Imperialisme juga sangat piawai menutupi adanya pertentangan kepentingan antara pihaknya dengan rakyat di negara jajahan. Di bidang ekonomi, misalnya, dikatakan bahwa imperialisme memberi keuntungan, seperti adanya industrialisasi, pembangunan infrastruktur, dan lain-lain.
Penanaman modal asing, sebagai salah satu ciri imperialisme, dipropagandakan membawa keuntungan bagi rakyat jajahan: ada proses pembangunan, ada pembukaan lapangan kerja, ada pembangunan infrastruktur, dan lain sebagainya.
Dengan keempat senjata di atas, kolonialisme Belanda sanggup mempertahankan kekuasannya ratusan tahun di Indonesia.
Empat Strategi Kontra-Imperialisme
Dengan berpegan pada analisa di atas, Bung Karno pun merumuskan dasar politik anti-imperalismenya. Ini pula yang mendasari pendirian partainya: Partai Nasional Indonesia (PNI).
Pertama, menjalankan politik kontra pecah belah.
Soekarno, sejak terjun dalam dunia pergerakan, menyadari bahwa kemerdekaan tidak mungkin tercapai tanpa adanya persatuan seluruh rakyat Indonesia.
Pada tahun 1926, setahun sebelum pendirian PNI, Bung Karno sudah merumuskan konsep persatuan gerakan rakyat melalui tulisan “Nasionalisme, Islamisme, dan Marxisme”.
Dalam tulisan itu, yang didalamnya disertai penjelasan yang sangat mendalam, Bung Karno menegaskan bahwa tiga aliran dalam politik Indonesia, yaitu nasionalis, agama, dan marxis, bisa bersatu untuk mencapai Indonesia merdeka.
“Inilah azas-azas yang dipeluk oleh pergerakan-pergerakan rakyat di seluruh Asia. Inilah faham-faham yang menjadi roh-nya pergerakan-pergerakan di Asia itu. Roh-nya pula pergerakan-pergerakan di Indonesia-kita ini,” tulis Bung Karno, seraya menekankan pentingnya persatuan itu.
Politik persatuan dalam revolusi nasional ini menjadi politik Bung Karno hingga akhir hayatnya. Begitu gigihnya Bung Karno memegang keyakinan politik itu, banyak orang yang menggelari Bung Karno sebagai bapak persatuan.
Kedua, menjalankan kontra kemunduruan, yakni kontra dekadensi akal-budi.
Dalam lapangan ini, Bung Karno tidak berhenti menganjurkan perlunya memperluas pendidikan rakyat, menyokong sekolah-sekolah rakyat, dan mengurangi buta-huruf di kalangan rakyat.
Di PNI, Bung Karno mengharuskan adanya kursus politik, penciptakan mesin propaganda berupa koran, dan pembentukan “massa aksi”.
Setelah Indonesia merdeka, Bung Karno menyadari bahwa mental warisan kolonial belum sepenuhnya menghilang. Karenanya, ia pun menggagas apa yang disebut sebagai pembangunan bangsa dan karakternya (nation and character building).
Dengan revolusi mental semacam itu, kita berharap bisa menjebol fikiran kolot dan fikiran-fikiran rendah diri.
Ketiga, kontra penanaman kepercayaan bahwa kita bangsa kelas kambing.
Azas PNI adalah “self-reliance” (jiwa yang percaya kepada kekuatan sendiri) dan “self help” (jiwa berdikari) di kalangan rakyat Indonesia.
Menurut Soekarno, tugas pokok PNI adalah membanting-tulang untuk memberantas segala sikap inferioriteit ini. Bung Karno juga membongkar kebohongan-kebohongan di balik teori penghalusan kolonialisme.
Bung Karno sangat getol menggempur sikap inferioritas ini. Ketika Indonesia sudah merdeka pun, supaya tidak terperangkap kembali dalam jebakan imperialisme, Bung Karno mengobarkan konsep Trisakti: berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi, dan berkepribadian di bidang budaya.
Keempat, kontra politik persatuan (kolaborasi) dengan kaum sana (imperialis).
Hampir semua tulisan Bung Karno menguraikan perihal pertentangan kepentingan yang tak terdamaikan antara negara jajahan dan imperialisme.
Bagi Bung Karno, negara jajahan tidak akan bisa melakukan emansipasi, bahkan dalam derajat paling minimum sekalipun, jika tidak menghancur-leburkan kolonialisme dan imperialisme hingga ke akar-akarnya.
Oleh karena itu, dalam strategi perjuangannya, Bung Karno menganjurkan sikap radikalisme (non-koperasi), yakni perjuangan yang tidak setengah-setengah, apalagi tawar-menawar, yakni perjuangan yang hendak menjebol kapitalisme-imperialisme hingga ke akar-akarnya.
TIMUR SUBANGUN
Kontributor Berdikari Online


Sumber Artikel: http://www.berdikarionline.com/bung-karnoisme/20120205/bung-karno-dan-empat-strategi-melawan-imperialisme.html#ixzz2dqVvFX1d
Follow us: @berdikarionline on Twitter | berdikarionlinedotcom on Facebook

copyrigt; Juned Topan.. Diberdayakan oleh Blogger.