Kamis, 30 Juni 2011

Juned Topan

Agama,islam khususnya,sesungguhnya tdk membatasi ruang gerak bagi akal dan naluri kemanusiaan untk menggali rahasia alam semesta dan mengembangkan ilmu pengetahuan seperti yg kalian tuduhkan selama ini,agama,islam khususnya,justru mendorong manusia untk mentafakuri setiap peristiwa yg terjadi di jagat raya ini,juga di dalam dirimu sendiri,dalam rangka untuk mempertegas kesaksian akan kemaha segalaan Allah sbg pencipta penggerak sekaligus pengendali.. Maha benar Allah dgn segala firmannya !.
15 jam yang lalu · · ·
    • Bramantyo Prijosusilo
      Terus, bagaimana sikap agama ketika ilmu pengetahuan menemukan bahwa apa yang disangka kebenaran dalam agama, ternyata salah? Misalnya, agama Islam menganggap bahwa dari manapun manusia bisa shalat menghadap ke arah kiblat. Ini pandangan yang tidak menyadari bahwa bumi itu bulat ... tapi masih dipaksakan 'meluruskan' kiblat sampai saat ini.

      Atau juga, ilmu pengetahuan menemukan bahwa LGBT bukanlah kelainan, tapi Islam tetap teguh menganggap itu adalah kelainan, dosa ... Ilmu pengetahuan menemukan bahwa sesungguhnya langit itu tak ada, langit hanya persepsi manusia, atas, bawah, juga hanya persepsi manusia, tetapi agama masih saja bicara tentang langit ... gimana hal-hal seperti ini?
      15 jam yang lalu · · 1 orang
    • Murditya Kemal Pasya Kalo islam welcome ma pembaharuan,... kenapa petinggi islam menolak sekulerisme & liberalisme,... klo petinggi islam welcome pada sains, kenapa menolak mentah2 konsep teori evolusi,... kenapa menolak konsep kloning juga,...
      13 jam yang lalu ·
    • Nabi Barumu Juned Topan.......betul sekali memang , semua sudah ditulis di qur an, katanya internet dan FB juga sudah tertulis di quran......selidik punya selidik....ee bukan quran tetapi koran.......korannya orang kapir lagi......
      13 jam yang lalu ·
    • Joly Toto tolong jangan bicara agama islam dengan bahasa yang buruk yeh,bertanyalah pada diri kalian apakah sudah merasa baik kah..........
      13 jam yang lalu ·
    • Juned Topan
      teori evolusi masih belum final bung,masih dalam perdebatan.. rekayasa genetik semacam kloning menyebabkan banyak ank yg gelisah mencari bapak biologisnya.. tidak di pungkiri jika ilmu pengetahuan telah memberi manfaat yg sangat banyk bagi kesejahteraan umat manusia,tetapi jangan menutup mata terhadap bahaya yg telah di timbulkannya,kerusakan ekosistem didarat maupun di laut.. apa tidak sebaiknya jika agama dan saints bergandeng mesra,agama menggarap sisi kemanusiaannya,sementara ilmu menjawab kegelisahan akal fikiran yg senantiasa menggeliat dan butuh jawaban.
      12 jam yang lalu ·
    • Bramantyo Prijosusilo Yang membuat kerusakan ekologis bukan ilmu pengetahuan tetapi industri dan budaya konsumerisme. Jadi itu penerapan ilmu pengetahuan secara selektif untuk mengejar untung. Sama saja dengan pernyataan "agama merusak ahlak" - sebetulnya bukan agama, tapi dalih agama untuk kekuasaan.
      12 jam yang lalu ·
    • Murditya Kemal Pasya
      Teori Evolusi emg belum final tapi udah terbukti 95% benar,... Allah gak nyiptain dunia nih langsung-an ada prosesnya pastinya, entah seberapa cepat pasti ada prosesnya,... proses nyiptain kehidupan di dunia itulah yg namanya evolusi,...

      Kalo rekayasa Genetik tuh (kloning) harus dibolehin,... Kloning gak bklan nanyain siapa bapaknya atw siapa ibunya org bis lahir langsung dibedah bwt diambil organnya bwt nyembuhin org yg dikloning,... demi nyegah perdagangan organ,... makanya klo baca buku tuh ditamatin dulu donk,... jgn cuma baca arab gundul aja,...
      12 jam yang lalu · · 1 orang
    • Murditya Kemal Pasya Maka-e jadilah org sekuler, biar bisa liat dunia dgn cata2 yg berbeda,...

      Eh,... iya, kalo poligami itu bukannya malah merendahkan derajat wanita & anaknya,...
      12 jam yang lalu · · 1 orang
    • Anwar Nashir Kira-kira siapa yang jadi saksi waktu Tuhan MENCIPTAKAN langit dan bumi ?
      Semuanya cuma TEBAK-TEBAKKAN DOANG KOK DAN GAK ADA BUKTINYA, KECUALI TULANG-TULANG YANG BERSERAKAN.

      Maa asyhadtuhum khalqas-samaawaati wal-ardha wa laa khalqa anfusihim !

      (ditegor Bu Soe Tjen gak ya kalau saya pake bahasa arab ?)
      12 jam yang lalu · · 1 orang
    • Soe Tjen Marching asal sedikit atau diberi terjemahan, gak apa-apa pak Anwar Nashir
      12 jam yang lalu ·
    • Anwar Nashir Soe Tjen Marching Tengkyu Bu Soe Tjen !
      Saya kadang lupa menulis terjemahannya (Aku tidak meminta mereka menjadi saksi ketika menciptakan langit dan bumi dan tidak juga waktu menciptakan diri mereka sendiri).
      12 jam yang lalu · · 3 orang
    • YohAnes Anes Anez Kris Sudahlah.. sampai kapanpun, agama >< science . . . Bnyk orang terlalu menelan sesuatu secara mentah2, makanya yg jadi pembahasan cuma di seiktaran situ aja, dogma dan akidah. Padahal, kalau mau sedikit terbuka matanya, jngn telaah agama dari sudut dogma atau ritual2 repetisi, tapi dari SPIRIT nya. That's all. So simple is it ?
      12 jam yang lalu ·
    • Murditya Kemal Pasya ‎@Mas anwar: Kata guruku SMA, Fosil adl saksi bisu teori evolusi, sebuah proses dimana Tuhan menciptakan kehidupan seperti yg ada sekarang,... kesimp. evolusi adl sebuah proses dr sederhana menuju kompleks,... jd mustinya konsep ini bisa diterima oleh para petinggi agama, salnya agama khan jg ngajarkan utk mjd lebih baik, itu berarti agama mengajarkan agar manusia berevolusi jd lebih baek,...
      11 jam yang lalu ·
    • Anwar Nashir Murditya Kemal Pasya Buat apa saksi bisu , GAK BISA DITANYA , yang ada malah ngarang-ngarang jawaban.
      SAINS itu pembuktiannya harus MAJU KE DEPAN , bukan MUNDUR KE BELAKANG. Kalau yang mundur-mundur itu namanya ARKEOLOGI dan SEJARAH.
      Kok gampang amat bikin kesimpulan untuk sebuah kehidupan yang memiliki rentang waktu jutaan tahun, EMANG SEJARAH KEHIDUPAN BISA DIBUAT JADI GARIS LURUS ?
      11 jam yang lalu · · 3 orang
    • Bramantyo Prijosusilo
      Sebagai orang beragama aku rasakan teori evolusi justru mengelaborasi mitos agama ... aku dan kalian semua adalah insan dalam proses. Kitapun punya moyang ikan, makanya kita punya gumun. Tau gumun? Itu lekuk tak berguna di atas bibir di bawah hidung. Itu jejak moyang kita yang pernah serupa tawes dan tombro

      ...sodaraku Juned Topan, kloning manusia belum dilakukan dan masih diperdebatkan moralitasnya. Kalo kloning organ untuk mengurangi penderitaan tentunya agama juga setuju. Yang ngalang-alangin juga bukan orang Islam yang belum nyampe ngurusi itu, melainkan 'bible bashers' di USA yang semacem FPI tapi jas-jasan.

      Agama dan sains baru akan bisa damai kalau agama bisa rendah hati mengakui bahwa kebenaran yang dia punyai hanyalah satu versi, hanya sebagian cerita, yang dalam urusan dunia, selalu memiliki bobot kebenaran di bawah sains, bukan sebaliknya.
      11 jam yang lalu · · 1 orang
    • Murditya Kemal Pasya Uhm,... teori evolusi tuh gak berjalan mundur mas,... tp maju,... semakin kita tahu proses evolusi tu,... semakin bnx ilmu yg dihasilkan dr pengembangan teori evolusi,...
      11 jam yang lalu ·
    • Kang Mas Alex gak membatasi dr hongkong. itu syariat islam apa ga membatasi kemanusiaan orang namanya.
      9 jam yang lalu ·
    • Shinta Miranda wooow, naon deui ? khotbah, sanes ?
      9 jam yang lalu ·
    • Episode Musim Hujan Cloning menyelamatkan orang dari takdirnya yang buruk, dengan cara membunuh suatu potensi kehidupan yang lain.

      Saya sarankan yang di clon itu macam donat atau combro, lebih lezat, enak dan tak perlu berkontroversi segala dengan rupa rupi muatan moral
      .
      6 jam yang lalu ·
    • Yosia Immanuel Sains menarik kesimpulan berdasarkan bukti-bukti yang ditemukan. Sementara agama sibuk mencari bukti-bukti untuk mendukung naz-naz kitab suci yang sudah ada. Akhirnya cocologi juga sih. :p
      4 jam yang lalu ·
    • Episode Musim Hujan
      Bukti2 belum lengkap ditemukan tapi sains sudah berani menyimpulkan, lihat tuh evolusi yang katanya sudah 90 %.. Bukankah kesimpulan itu semua orang bakal sepakat bulat kotak segitiga!! 1 + 1 = 2. Dari Aleut sampai Nias, tak ada yang membantahnya kecuali sosiopat.

      Akan halnya evolusi ini penentangnya banyak, pendukungnya banyak. Tapi pendukungnya lebih berisik dari penentangnya. Terlepas dari siapa yang benar, teori evolusi ini jadi sains yang berpolitik. Cari dukungan agar diakui, dapat pendukung, sekaligus dapat penentang.

      Hohohoho....
      4 jam yang lalu · · 1 orang
    • Episode Musim Hujan Alasan berisik itu saya pakai, sebagai kesimpulan kecil2an setelah menonton film Expelled: No Intelligence Allowed.. saya pikir penggemar evolusi sudah pernah menonton film 'sampah' dan musuh politik evolusi itu... cheers.
      4 jam yang lalu ·
    • Yosia Immanuel
      Kesimpulan yang ditarik itu masih bersifat sementara. Bisa berupa hipotesis atau teori. Makanya disebut teori evolusi, BUKAN hukum evolusi. Intinya, hasil pemikiran kritis Darwin ini memang debatable.
      Justru itu sains dengan rendah hati meng...Lihat Selengkapnya
      sekitar sejam yang lalu · · 1 orang
    • Episode Musim Hujan Saya suka paparan Anda Yosia. Tapi ya itulah pasar diskusi. Selalu ada benih antagonisme tidak perlu yang disebar, entah untuk apa maksudnya? Biar suspens barangkali, hidupnya bagai di film action, ada baik dan buruk... hahahaha.. Saya tidak menuding Anda, tapi orang-orang di atas yang main simpul2an :) cheers,,
      sekitar sejam yang lalu ·

0 komentar:

Posting Komentar

copyrigt; Juned Topan.. Diberdayakan oleh Blogger.