This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label sejarah peradaban eropa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sejarah peradaban eropa. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Maret 2012

LINTASAN SEJARAH ISLAM (3) : ISLAM DAN KEBUDAYAAN

ISLAM DAN KEBUDAYAAN

Abdul Hadi W. M.

Sebelum membahas lebih jauh keadaan bangsa Arab menjelang dan sesudah lahirnya agama Islam, ada baiknya kami jelaskan lebih dahulu pokok-pokok dan dasar-dasar ajaran Islam yang memberikan daya hidup bagi perkembangan kebudayaan bangsa-bangsa dan etnk-etnik yang menerima ajaran agama ini sebagai pelita hidupnya.

Orang Islam percaya bahwa agama yang diridhai Allah s.w.t. ialah Islam (Q 3:19).

Dalam al-Qur’an, yang merupakan kitab suci orang Islam, disebutkan bahwa yang dimaksud dengan Islam sebagai agama ialah semua risalah keyakinan yang diwahyukan oleh Allah s.w.t. kepada rasul-rasul-Nya seperti Nabi Adam a.s., Nuh a.s., Ibrahim a.s., Musa a.s., Daud a.s., Isa Almasih dan Nabi Muhammad s.a.w. Tiang utama ajaran Islam ialah iman dan amal saleh. Iman menunjuk kepada kepersayaan dan kesaksian bahwa Tuhan itu Esa, yaitu Allah dan Dia itu Maha Besar, Maha Kuasa, Maha Pengasih dan Penyayang (al-rahman dan al-rahim), tempat berlindung terakhir seluruh umat manusia, yang meliputi segala sesuatu dengan ilmu dan kasih sayang-Nya.

Syekh Mahmoud Syaltout memberi takrif kepada Islam sebagai sistem aqidah dan syariah, yang pada hakikatnya sama dengan iman dan amal saleh. Iman atau aqidah ibarat jiwa dan amal saleh atau syariah ibarat badan jasmani. Sedangkan Tauhid, kesaksian bahwa Tuhan itu Esa, ibarat ruhnya yang bersemayam dalam pusat jiwa. Iman atau aqidah tidak berubah, sedangkan amal saleh dan syariatnya berubah dari rasul yang satu kepada rasul yang lain. Namun dengan datangnya rasul terakhir, Nabi Muhammad s.a.w. asas-asas dan bangunan syariah Islam tidak berubah lagi oleh karena, dalam keyakinan orang Islam, tidak ada lagi rasul yang menerima wahyu dari Allah. Yang ada adalah para wali dan ulama yang merupakan juru tafsir ajaran Rasulullah. Di bawah juru tafsir inilah terjadi pengembangan, perluasan dan perpanjangan lebih jauh asas-asas syariah dan keimanan Islam, serta penerapannya dalam berbagai lapangan kehidupan dalam periode-periode sejarah dan tempat yang berbeda-beda.

Dalam kebudayaannya orang Islam mengembangkan pandangan hidup, sistem nilai, gambaran dunia (weltanschauung), sistem ilmu, pemikiran falsafah, cita rasa seni, pola pikir, gaya hidup dan lain sebagainya melalui sarana-sarana tertentu yang dapat dijadikan saluran untuk mengekspresikan dirinya dan mewujudkan pandangan dan cita-cita hidupnya. Ali Hasymi mentakrif kebudayaan Islam sebagai penjelmaan ilam dan samal saleh dari seorang Muslim. Kebudayaan Islam juga dapat dinyatakan sebagai manifestasi keimanan dan kebaktian penganut Islam kepada Tuhannya.

H.R. Gibb mengakui bahwa Islam lebih dari sekadar sistem kepercayaan agama, tetapi juga sebuah peradaban dan kebudayaan. Kebudayaan Islam memiliki penjelmaan yang aneka ragam, tetapi dipertalikan oleh iman atau aqidah yang sama. Ismail Faruqi `berpendapat bahwa kebudayaan Islam ialah segala sesuatu yang merupakan hasil budi nurani orang Islam yang mendasarkan amal ibadah dan segala perbuatannya pada ajaran tauhid. Dengan kata lain, kebudayaan Islam merupakan ungkapan tauhid dan tauhid adalah asas utama ajaran Islam.

Sebagai asas utama ajaran Islam, tauhid pertama-tama adalah ‘cara melihat hakikat dan tatanan kenyataan’; kedua, metode atau kaidah untuk mencapai kebenaran. Sebagai cara melihat hakikat dan tatanan kenyataan dalam kehidupan, tauhid mengandung prinsip-prinsip seperti: (1) Pandangan serba dua tentang kenyataan atau dualisme. Di dunia ini hanya ada dua kenyataan, yaitu Tuhan dan selain Tuhan; (2) Kecitaan atau idealitas, yang dibangun berdasarkan kemampuan rasional, makrifat, imaginasi kreatif dan intuisi (kasyf); (3) Teleologi. Segala sesuatu dicipta untuk tujuan ilahiah dan moral tertentu oleh Sang Pencipta; (4) Taklif atau kewajiban moral. Karena segala sesuatu dicipta berdasarkan tujuan tertentu maka mesti ada kewajiban moral untuk melaksanakannya dalam ibadah dan amal saleh atau perbuatan. Manusia mesti melakukan sesuatu dalam sejarah, mesti membentuk diri dan masyarakat berdasarkan cita-cita dan sistem nilai yang diyakininya; (5) Tanggungjawab. Segala perbuatan manusia mesti didasarkan atas tanggungjawab manusia selaku khalifah-Nya di atas bumi dan hamba-Nya.

Sebagai kaidah untuk mencapai kebenaran, tauhid mengandung hal-hal seperti: (1) Pemersatu semua bentuk kebudayaan dan aktivitas manusia; (2) Toleransi untuk mencegah kejumudan, kemandegan dan kemandulan dalam pemikiran; (3) Petunjuk tentang pentingnya akal budi dan budi nurani dalam memperoleh kebenaran. Adapun kandungan tauhid sebagai kaidah mencapai kebenaran mencakup aspek-aspek seperti berikut: (1) Metafisika, pandangan tentang tatanan wujud; (2) Epistemologi, pedoman memperoleh pengetahuan, yaitu melalui jalan akal, melalui sarana makrifat dan intuisi, dibantu imaginasi kreatif dan persepsi indera. Pengalaman sejarah juga memberikan pengetahuan yang tidak terkira banyaknya bagi manusia; (3) Etika, semua perbuatan manusia harus dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan, hati nurani dan masyarakat. Etika Islam juga menentapkan bahwa hukum positif mesti dibangun berdasarkan asas-asas moral, bukan sebaliknya; (4) Sosiologi, tauhid merupakan perekat kesatuan pandangan umat dan anggota masyarakat; (5) Estetika. Tuhan adalah maha Indah dan mencintai keindahan.

Dari asas-asas tauhid inilah kebudayaan Islam tumbuh. Falsafah, ilmu-ilmu agama, pengatahuan alam, sosial dan kebudayaan, seni dan sastra, etika dan sistem peribadatan, semua bersumber dari tauhid dalam hal asas-asasnya. Pengaruh faktor-faktor politik dan ekonomi, serta interaksi dengan kebudayaan-kebudayaan pernah berkembang sebelum agama Islam datang, juga tidak kecil peranannya dalam ikut membentuk dan memberi corak kebudayaan orang-orang Islam. Dalam al-Qur’an sendiri terdapat banyak ayat yang menjelaskan betapa perlunya orang Islam mengembangkan kebudayaan sendiri. Misalnya Surat al-Tin (Q 95:4-6); Surat al-Duriyat (Q 51:56); Surat al-Ikhlas; Surat al-Nur (Q 24:55); Surat Ibrahim (Q 14:32-34); Surat Luqman (Q 31:20); Surat al-`Alaq (Q 96:1-4); Syrat al-Baqarah (Q 2:2-3) dan lain-lain.

Dalam bukunya al-Muqadimah Ibn Khaldun (abad ke-15 M) mengatakan bahwa kebudayaan (al-tsaqafah) adalah kondisi-kondisi kehidupan yang melebihi dari apa yang diperlukan. Kelebihan-kelebihan tersebut berbeda-beda sesuai tingkat kesejahteraan yang didapatkan masyarakat. Menurut sejarawan dan sosiolog Muslim terkemuka ini, kehidupan yang maju dengan tingkat kesejahteraan yang tinggi, tidak mungkin berkembang di pedesaan. Kebudayaan hanya bisa berkembang di kota. Agar kebudayaan maju, maka harus ada negara atau kerajaan yang aktif mengembangkan kondisi kehidupan yang memungkinkan kebudayaan berkembang.

Karena sejak awal sejarahnya orang-orang Islam berhasil mendirikan negara atau kekhalifatan, maka kebudayaan Islam dengan sendirinya berkembang.

Madzab Jerman mengartikan kebudayaan sebagai bentuk-bentuk atau ekspresi dari kehidupan batin masyarakat/bangsa. Peradaban adalah perwujudan jasmaninya. Bangunan yang indah sebagai karya arsitektur mengandung dua dimensi: dimensi kebudayaan yaitu seni dan falsafah yang melandasi pembangunannya; dimensi peradaban, yaitu penggunaan material dan penggarapannya dengan tehnologi tertentu. Kebudayaan ialah apa yang kita dambakan dan peradaban ialah apa yang kita pergunakan. Kebudayaan tercermin dalam seni, bahasa, sastra, aliran pemikiran falsafah dan agama, bentuk-bentuk spiritualitas dan moral, falsafah hidup, pemikiran ilmiah dan teori-teori ilmu pengetahuan. Peradaban tercermin dalam politik praktis, ekonomi, teknologi, ilmu terapan, sopan santun pergaula, undang-undang dan hukum.

Bertolak dari pengertian-pengertian yang telah dikemukakan, `Effat al-Syarqawi mengartikan kebudayaan sebagai “Khazanah sejarah suatu bangsa yang tercermin dalam pengakuan terhadap tujuan ideal dan makna ruhaniah kehidupan, dan nilai-nilai yang berhubungan dengan semua itu. Peradadan ialah khazanah pengetahuan terapan yang dimaksudkan untuk mengagkat dan meninggikan manusia agar tidak menyerah terhadap kondisi-kondisi fisik dan material di sekitarnya.” “Kebudayaan ialah struktur intuitif yang mengandung nilai-nilai ruhaniah tertinggi, yang menggerakkan jiwa suatu bangsa melalui falsafah hidup, wawasan moral, citarasa estetis, cara berpikir, gambaran dunia (weltanschauung) dn sistem nilai-nilainya”

A. Fizee dalam bukunya Kebudayaan Islam (1982) memberi batasan pengertian dan cakupan kebudayaan sebagai berikut: (1) Kebudayaan dapat berarti tingkat kecerdasan akal yang setinggi-tingginya yang dihasilkan dalam periode-periode sejarah tertentu suatu bangsa, terutama dalam puncak-puncak perkembangannya; (2) Kebudayaan dapat juga berarti hasil yang diapai suatu bangsa/kaum dalam lapangan sastra, falsafah, ilmu pengetahuan dan seni; (3) Dalam pembicaraan politik, kebudayaan diberi arti sebagai ‘Way of Life’ suatu bangsa, terutama dalam hubungannya dengan adat istiadat, ibadah keagamaan, penggunaan bahasa dan kebiasaan hidup masyarakat.

Selasa, 05 April 2011

FESTIFAL ABAD PERTENGAHAN

Berabad-abad telah berlalu, dan telah digantikan berbagai jaman. Renaissance, Baroque, hingga jaman modern sekarang. Namun orang belum melupakan jaman pertengahan hingga kini. Di keseluruhan Eropa, termasuk Jerman.

Abad pertengahan Eropa dimulai sejak keruntuhan Kekaisaran Romawi di abad 5 masehi hingga dimulainya Renaissance pada awal abad 15 masehi. Di jaman ini hampir tak ada hukum berlaku, kecuali hukum rimba dan barbarisme, serta terjadi kemerosotan ekonomi, sehingga banyak yang menyebutnya sebagai jaman kegelapan. Jaman pertengahan Jerman ditandai dengan berdirinya kota-kota dan kerajaan kecil seperti Bayern, Schwaben, Franken, Lothringen dan Sachsen. Mereka saling berperang untuk memperluas wilayah dan pengaruh masing-masing.

Di Inggris, orang menyelenggarakan festival besar seperti The Loreley Medieval Festival setiap tahun. Di sana ada pertandingan a la ksatria seperti memanah, menjatuhkan lawan berbaju besi dari kuda dengan tongkat kayu, dan perang-perangan. Di Lunigiana, Italia, sebuah kontes memanah a la abad pertengahan diselenggarakan sepanjang tahun. Orang juga mengadakan festival lain di Slovenia, Republik Ceko, Jerman dan hampir seluruh daratan Eropa.

Pantas rasanya jika sebagian warga Eropa masih merasakan abad pertengahan sebagai bagian hidup mereka. Jaman ini berlangsung selama lebih dari sepuluh abad. Jauh lebih panjang dibanding baroque dan renaissance. Orang masih dapat menyaksikan peninggalan-peninggalannya hingga kini. Dua perang dunia tak menghancurkan semua bangunan peninggalan jaman lampau di Eropa.

Demikian pula di Jerman. Gereja antik dan bangunan-bangunan kuno dengan rangka kayu bersilangan masih sering terlihat di kota-kota tua. Jika mengunjungi kota-kota tua seperti Rothenburg ob der Tauber, Bacharach, Nordlingen, atau Bad Mergentheim, kita akan merasa berada di masa lampau tanpa mesin waktu.

Pecinta abad pertengahan Jerman bergabung dalam setidaknya 118 yayasan (tahun 2007). Masing-masing yayasan biasanya menekankan pada tema abad pertengahan tertentu. Yayasan Bauer & Bonde dari Hamburg misalnya, mengkhususkan diri pada tahun-tahun terakhir abad pertengahan. Communitas Monacensis e.V. dari Munich memainkan alat musik jaman pertengahan dan memperkenalkan seni kerajinan tangan mereka. Communitas-Milites dari wilayah segitiga Rhein-Neckar menampilkan serdadu berpindah abad 12 di jaman Raja Barbarossa.

Banyak yayasan melakukan kajian mendetail mengenai tema pilihan mereka. Mereka juga melakukan banyak kegiatan seperti pameran, penjualan pernik-pernik serta mengorganisasi suatu festival. Meski ada festival bertema barock dan renaissance, festival abad pertengahan lebih sering diselenggarakan di negara ini. Ada kota tertentu yang menyelenggarakannya rutin setiap tahun. Ada juga yang tidak.

Bremerhaven, kota tempat tinggal keluarga pelancong dulu, menyelenggarakan festival ini setiap tahun di musim panas. Animo masyarakat kota kecil berpenduduk 120 ribu jiwa ini cukup besar. Sehingga pemerintah kota merasa perlu untuk mengadakannya setiap tahun. Biasanya festival berlangsung selama dua hari, Sabtu dan Minggu, di bulan Mei.

Setiap kali festival, tak terlalu banyak peserta terlibat. Hanya diikuti sekira 15 tenda. Tema festival di kota ini adalah pasar pelabuhan abad pertengahan. Bremerhaven adalah kota maritim, makanya dipilih tema tersebut. Suasana festival diusahakan semirip mungkin dengan suasana pasar jaman dahulu. Bertempat di pelabuhan, lima belasan tenda menampilkan para pedagang dan kegiatan pasar kuno. Hadir juga lima kapal kayu kuno replika kapal jaman dahulu.

Di tenda nelayan, pengunjung bisa menyaksikan peralatan nelayan kuno, cara mereka membuat jala, membumbui dan memasak ikan. Kios baju menawarkan pakaian lama berbahan wol dan penutup kepala. Harganya bisa mencapai 200 euro per baju. Stan pembuat senjata menampilkan bagaimana menempa besi dann mengubahnya menjadi mata panah atau pisau. Juga ada tenda pembuat alat makan dan minum dari logam maupun kayu serta menjualnya kepada para pengunjung yang berminat. Ada pula penjual bumbu masak serta wewangian jaman lampau.

Semua pedagang mengenakan pakaian sesuai jaman dan profesi mereka. Tak hanya itu, beberapa orang berpakaian mirip serdadu berkeliling lokasi festival seolah-olah sedang melakukan patroli. Dua pengamen memainkan harpa dan menyanyikan lagu yang tak saya mengerti bahasanya.

Mengunjungi festival ini serasa memutar ulang sejarah. Menambah pengetahuan tentang masa lampau. Sehingga, manusia jaman kini tak lupa akan beratnya kehidupan di masa lalu. Selalu ingat akan sejarah bangsanya

Peradaban minoa

Peradaban Minoa
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Perubahan tertunda ditampilkan di halaman iniBelum Diperiksa
Langsung ke: navigasi, cari
Sisa-sisa peradaban Minoa.

Peradaban Minoa adalah sebuah peradaban di Kreta, sebuah pulau dekat daratan Yunani. Peradaban ini dimulai pada Zaman Perunggu antara tahun 3000 dan 2700 SM, dan berlangsung sampai 1450 SM. [1] Peradaban ini ditemukan kembali pada awal abad ke-20 oleh seorang arkeolog Inggris Sir Arthur Evans. Peradaban ini disebut sebagai awal mata rantai peradaban Eropa."[2] Pulau Kreta relah dihuni manusia sejak 7000 SM, pada zaman neolitik. Akan tetapi baru menjelang 5000 SM bukti awal pertanian mulai muncul, hal ini menandai bermulanya peradaban ini.

Peradaban Minoa terkenal dengan perdagangan lautnya dan kota-kotanya yang teratur. Orang-orang Minoa memiliki sistem pertanian yang mengutamakan zaitun dan anggur. Agama mereka lebih banyak memuja dewi. Peradaban Minoa digantikan oleh Peradaban Mikenai.
Daftar isi
[sembunyikan]

* 1 Tinjauan
* 2 Masyarakat dan budaya
o 2.1 Kesenian
+ 2.1.1 Tembikar
* 3 Pranala luar
* 4 Catatan

[sunting] Tinjauan

Tidak diketahui dengan nama apa bangsa Minoa menyebut diri mereka sendiri. Istilah "Minoa" pertama kali diajukan oleh Arthur Evans berdasarkan tokoh mitos Raja Minos.[3] Minos dikaitkan dengan Mitologi Yunani dengan labirin, yang diidentifikasi oleh Evans dengan suatu situs di Knossos. Seringkali dinyatakan bahwa sebuah nama tempat yang disebut oleh bangsa Mesir kuno dengan "Keftiu" (*Káftiu kftiw) dan oleh bangsa Semit "Kaftor" atau "Caphtor" dan "Kaptara" dalam arsip Mari, merujuk pada pulau Kreta. "Dalam beberapa hal beberapa pengetahuan mengenai Caphtor/Keftiu hanya bisa dikaitkan dengan Kreta," [4] Dalam kisah Odiseus, yang disusun berabad-abad setelah kehancuran peradaban Minoa, Homer menyebut nama suku bangsa penghuni pulau Kreta dengan Eteokreta ("Kreta sejati"); kemungkinan mereka adalah keturunan bangsa Minoa.

Istana Minoa (anaktora) adalah peninggalan bangunan paling terkenal yang telah digali dan diteliti di pulau Kreta. Bangunan monumental ini berfungsi sebagai pusat administrasi pemerintahan berdasarkan bukti ditemukannya banyak arsip oleh arkeolog. Istana ini bertingkat dengan tangga di luar dan di dalam kompleks bangunan, sumur, tiang, gudang, dan halaman.

Bangsa Minoa bukanlah bangsa Indo-Eropa; mereka berkerabat dengan penduduk pra-Yunani di daratan Yunani dan Anatolia barat yang disebut bangsa Pelasgia.[5]
[sunting] Masyarakat dan budaya
Uang tembaga Minoa

Bangsa Minoa adalah bangsa pedagang yang terlibat perdagangan internasional. Budaya mereka, sejak tahun 1700 SM dan seterusnya, menunjukkan suatu budaya yang terorganisasi dengan baik.
Fresko menampilkan tiga orang perempuan yang kemungkinan adalah Ratu.

Benda-benda yang dihasilkan bangsa Minoa menunjukkan bahwa telah terjalin hubungan dengan daratan Yunani (terutama Mikenai, serta Siprus, Suriah, Anatolia, Mesir, Mesopotamia, dan jauh ke barat hingga pantai Spanyol.

Lelaki Minoa mengenakan kain cawat dan kilt (semacam rok). Perempuannya mengenakan jubah dengan lengan baju yang pendek serta rok berlapis yang mengembang. Kerah baju mereka sangat rendah sehingga menampilkan payudara yang terbuka. Perempuannya juga ada yang mengenakan baju ketat tanpa tali kutang (strapless). Pola pakaiannya menekankan pada pola geometrik simetris.

Agama bangsa Minoa lebih memuja dewi dengan pendeta perempuan sebagai penghubungnya.[6] Patung pendeta perempuan dalam budaya Minoa dan lukisan dinding menampilkan lelaki dan perempuan berpartisipasi dalam semacam olahraga melompati banteng, membuat para ahli menyimpulkan bahwa lelaki dan perempuan memiliki status sosial yang setara dalam sistem sosial Minoa. Diduga sistem warisnya adalah matrilineal. Fresko (lukisan dinding) banyak menampilkan berbagai macam orang, jender (jenis kelamin) dibedakan berdasarkan warna kulit: laki-laki berwarna kulit coklat kemerahan, sementara perempuan berkulit putih.
[sunting] Kesenian
Lukisan dinding "lompat banteng", ditemukan di situs Knossos, menunjukkan bahwa terdapat suatu olahraga atau ritual keagamaan melompati seekor banteng, figur manusia berkulit gelap adalah lelaki, sedangkan yang berkulit terang adalah perempuan.

Koleksi seni Minoa dipamerkan di museum Heraklion, dekat Knossos di pantai utara pulau Kreta. Karena kayu dan tekstil telah lama musnah, benda peninggalan yang tersisa dari peradaban Minoa adalah tembikar, arsitektur istana dengan dinding yang dilukisi fresko, patung batu, serta batuan Minoa yang diukir halus.
[sunting] Tembikar

Pada periode awal Minoa, keramik ditandai dengan pola garis linear berpola spiral, segitiga, kurva, silang, tulang ikan, dan lain-lain. Pada periode Minoa pertengahan, desain naturalistik mulai muncul, seperti gambar ikan, cumi-cumi, burung, dan bunga lili. Pada periode akhir Minoa, motif flora dan fauna paling banyak ditemukan dan semakin kaya jenis gambarnya. Gaya kesenian istana Knosso menampilkan karakteristik geometrik yang kuat dan penyederhanaan gaya naturalistik dan bentuk serta lukisan dengan pewarnaan monokrom. Patut dicatat bahwa terdapat kemiripan antara gaya kesenian Minoa akhir dengan seni Mikaneai. Fresko merupakan bentuk kesenian paling lazim pada periode akhir kebudayaan Minoa.

*

Guci air bercorong, 2100-1700 SM
*

Vas dengan motif gurita yang khas, 1500 SM (Periode Istana Lama)
*

Vas, Gaya bahari, 1500 SM (Periode Istana Baru)
*

Wadah air atau anggur berukuran kecil, 1390-1070 SM (Periode Istana Akhir)

[sunting] Pranala luar
Search Wikimedia Commons Wikimedia Commons memiliki kategori mengenai Peradaban Minoa
Search Wikibooks Wikibooks Yunani Kuno memiliki halaman bertajuk
Peradaban Minoa

* (Inggris)Thera Foundation
* (Inggris)Peradaban Minoan di Encarta
* (Inggris)Donald A. MacKenzie, Mitos Kreta dan Eropa pra-helenisme
* (Inggris)Foto dan informasi mengenai situs arkeologi Minoan
* (Inggris)matala-holidays.gr
* (Inggris)Foto-foto mengenai peradaban Minoan

Hourglass drawing.svg Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.
[sunting] Catatan

1. ^ "Ancient Crete" in Oxford Bibliographies Online: Classics, offers a scholarly guide to the academic literature on this topic.
2. ^ Durant, The Life of Greece (The Story of Civilization Part II, (New York: Simon & Schuster) 1939:11.
3. ^ John Bennet, "Minoan civilization", Oxford Classical Dictionary, 3rd ed., p. 985.
4. ^ Strange, Caphtor/Keftiu: a new investigation, 1980:125; Strange reprints the source texts 16-112.
5. ^ Hermann Bengtson: Griechische Geschichte. C.H.Beck, München, 2002. 9th Edition. ISBN 3-406-02503-X. pp.8-15
6. ^ Patricia Rosof Family History p.12

Diperoleh dari "http://id.wikipedia.org/wiki/Peradaban_Minoa"
Kategori: Yunani Kuno | Peradab

cermin sejarah

Ini hanyalah sebuah karya sederhana dalam upayanya agar kita mengetahui betapa sejarah itu bermakna untuk kita. Sejarah diciptakan bukanlah untuk diingat, namun ia diciptakan untuk dipahami.
Islam Quotes Of the day
Sabtu, 13 Juni 2009
Dampak dari Adanya Renaissans Eropa

BAB I

PENDAHULUAN

Renaisans yang secara harfiah bias berarti kelahiran kembali adalah salah satu periodisasi Eropa setelah periede klasik dan pertengahan.

Renaisans muncul sebagai akumulasi dogma-dogma gereja yang membatasi bahkan mengekang pola piker masyarakat pada saat itu dalam memehami dalam berbagai hal kehidupan dimana pada saat itu pengaruh gereja sangat besar.

Paska Perang Salib membuka mata masyarakat Eropa bahwa mereka menyadari betapa tertinggalnya mereka dibandingkan umat Islam yang pada saat itu sangat berjaya.

Merka menyadari kebodohan masyarakatnya yang terbelenggu dalam doktrin-doktrin gereja hingga sebagian masyarakat bahkan pemimpin kerajaan ada yang tidak mampumenulis dan membaca. Pengajaran tefokuskan dalam sekolah atau asrama dan itupun terbatas pada mereka yan hendak yang menjadi pendeta.

Ajaran-ajaran periode klasik Eropa, seperti Aristoteles, Plato, dan lain-lain tenggelam dalam kultur Ketuhanan, karena hanya itu yang diajarkan di sekolah asrama.

Dampak Perang Salib memang sangat besar, dimana mobilisasi besar-besaran oleh kerajaan dan pimpinan gereja memjelajahi wilayah hingga sampai di Jerusalem membuat mereka berinteraksi dengan masyarakat sekitar, yang pada akhirnya, meskipun mereka gagal menguasai Jerusalem, mereka membawa pulang kajian-kajian yang sangat berharga dari penjelajahan wilayah itu:

1. Teknis penemuan kompas laut
2. Kincir angin, dsb.

Mereka juga dapat mengetahui cara bertani yang maju dan mempelajari kehidupan industri Timur yang lebih berkembang. Ketika kembali ke Eropa, mereka mendirikan sebuah pasar khusus untuk barang-barang Timur, orang barat menyadari kebutuhan akan barang-barang itu dan karena kepentingan ini perdagangan antara Timur dan Barat berkembang.[1]

Setelah mengetahui latar belakang kehidupan masyarakat Eropa pada abad pertengahan menjelang renaisans, maka paparan kali ini akan memjelaskan mengenai, seberapa besar peran golongan Paura pada kemunculan renaisans serta dampak yang diakibatkan oleh kemunculan renaisans di Eropa.


BAB II

PEMBAHASAN

1. Pengaruh Kelompok Paura (Pengusaha atau Pedagang) Terhadap Renaisans Eropa

Renaisans sebagai suatu periode sejarah yang mencapai titik puncaknya sekitar tahun 1500. Renaisans pertama kali diperkenalkan di Eropa Barat, di kawasan Italia. Mula-mula renaisans berkembang di kota Florence.

Di Italia pelindung renaisans selain para kapitalis adalah Paus Yulius II (1443-1513) dan Paus Leo X (1475-1521) yang memberi dorongan kepada para sarjana dan seniman.[2]

Di samping itu, peran golongan Paura sangat besar tepatnya sejak abad ke-XIV yaitu tahun 1300, dimana berkembangnya tradisi intelektual yang mengajarkan membaca, menulis dan berhitung untuk kepentingan ekonomi khususnya perdagangan yang terlepas dari perhatian gereja.

Seperti telah disinggung di muka, kekalahan di Perang Salib membawa dampak yang luar biasa untuk Eropa, salah satunya adalah dikenalnya rute-rute perdangan di sekitar Laut Tengah. Dan juga ilmu-ilmu navigasi yang mendukung perkembangan transportasi laut. Oleh karena itu para Paura, di Florence berhasil menjulang kekayaan dari jalur perdagangan baru hasil interaksi orang-orang Islam. Para Paura ini memiliki banyak waktu untuk meluangkannya dengan memperhatikan pengetahuan serta memikirkan soal-soal lain yang berkembang di masyarakat. Perlahan gaya hidup seperti ini meluas di kalangan masyarakat Eropa, melebar di wilayah-wilayah gereja. Bagi mereka kehidupan itu tidak hanya bersifat fatalistic dalam pemikirannya, namun juga harus memikirkan bagaimana cara menikmati anugrah yang telah Tuhan berikan untuk manusia. Bagi para Paura usaha-usaha yang dilakukan oleh manusia bukan hanya akhitarsentris meliankan juga dapat mengangkat dan memuliakan mereka yang sadar akan harga dirinya

Salah satu keluarga yang termasyur dikalangan Paura pada saat itu ialah Keluarga Medici yang memiliki masalah dengan system kepausan dan menjadi penyokong keuangan dengan usaha perdagangan di wilayah Mediterania. Hal ini membuat para intelektual dan seniman memiliki kebebasan besar karena tidak lagi perlu memikirkan masalah keuangan dan mendapatkan perlindungan. Keleluasaan ini didukung dengan tidak adanya kekuasaan dominant di Florence, dalam arti kota ini dipengaruhi secara bersama oleh bangsawan dan pedagang. Dengan kebebasan besar itu, para seniman bias berkumpul dan mendirikan gilda-gilda seni yang mengangkat nama banyak seniman terkenal. Melalui Gilda ini seniman mendelegasikan pekerjaan, kerjasama, hingga mendidik bakat baru.

Renaisans yang dimotori oleh kaum Paura ini memberikan efek yang luar biasa pada semua usaha untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, baik dari segi pemikiran-pemikiran maupun aspek kesenian itu sendiri, dimana kontribusi para polymath (orang yang meiliki ilmu yang tinggi dalam berbagai macam hal) seperti Leonardo Da Vinci maupun Michelangelo, yang menyebabkan munculnya sebutan renaissance men.

2. Cara Hidup pada Masa Renaisans

Renaisans yang dalam bahasa inggris disebut Renaissance atau dalam bahsa Italia , Renascimento. Secara harfiyah artinya kelahiran kembali. Namun yang dimaksud disini adalah sebuah gerakan kebudayaan antara abad ke-XIV hingga abad ke-XVII, bermula di Italia pada akhir abad pertengahan dan menyebar ke seluruh Eropa. Gerakan ini mencangkup kebangkitan pengetahuan berdasarkan sumber-sumber klasik, tumbuhnya panutan kepada Sri Paus, dan segala sesuatu hal dalam bidang ilmu pengetahuan.

Karakteristik masyarakat Eropa ketika Renaisans cenderung individualistis. Perkembangan baru di kalangan Paura ini cenderung mengubah kehidupan masyarakat Eropa..Bila pada abad pertengahan dikenal semboyan memento mori (ingatlah akan mati), maka memasuki abad ke-XIV telah diganti dengan semboyan carpe dien (pergunakan hari, nikmati hidup).

Orientasi kehidupan masyarakat, mulai diarahkan pada kejayaan abad klasik ketika peradaban Yunani dan Romawi mulai memasuki masa-maasa kejayaan dan berkembangnya sumber-sumber ilmu. Renaisans dalam pengertian hidupnya kembali peradaban Yunani dan Romawi kuno serta harus melebihi kemajuan yang pernah di alami kedua peradaban tersebut.

Masyarakat Renaisans tidak lagi menganggap dirinya hanya sebagai alat kehendak Tuhan, melainkan harus sebagai individu yang memiliki tanggung jawab yang ebrsifat individual. Renaisans mengubah sikap dan tatanan kehidupan masyarakat dan perubahan cara pandang terhadap wanita, yaitu wanita harus dihargai, berbeda halnya dengan saat abad pertengahan ketika wanita terkungkung oleh dogma-dogma gereja.

Jelas sekali terjadi perubahan yang sangat radikal dalam tatanan kehidupan masyarakat Eropa, timbulnya sifat-sifat individualistik ini jauh berbeda dengan perilaku masyarakat di abad pertengahan saat gereja menjadi orientasi tunggal denyut nadi masyarakat.

Terbukanya lahan perdagangan baru juga semakin banyak melahirkan kelompok kapitalis yang menguasai jalur perdagangan dan ini semakin dikuatkan dengan munculnya penjelajahan-penjelajahan samudera yang berpuncak pada penemuan benua Amerika oleh Columbus pada 12 oktober 1492. Karena dengan ditemukannya tanah amerika yang kaya dengan bahan tambang memicu para pedagang untuk menguasai wilayah tersebut. Dan ini berbanding lurus dengan geliat perdagangan yang semakin berkembang pada saat itu.

Selain itu kontak dengan islam, mendorong masyarakat Eropa untuk berkembang. Interakasi tersebut utamanya tumbuh di Spanyol dan Tanah Suci Jerusalem. Umat islam pada saat itu sedang mencapai puncak peradabannya. Segala hal tentang keilmuan dikumpulkan oleh para khalifah Umayyah Barat di Spanyol, sehingga Cordoba pada saat itu menyinari seluruh dunia dengan ilmu, maka mau tak mau orang-orang Eropa banyak yang menimba ilmu disana, hingga pada akhirnya masyarakat Eropa menemukan apa yang dahulu pernah hilang, yaitu literature Yunani dan Romawi yang pada saat itu giat dipelajari oleh Islam.

3. Dampak Renaisans Terhadap Kehidupan Masyarakat Eropa

Seperti yang sudah disunggung sebelumnya, masyarakat Eropa pada masa renaisans cenderung individualistis. Terdapat banyak sekali pengghargaan-penghargaan terhadap hasil karya individu. Kemudian dengan jelas mereka memisahkan urusan dunia dengan akhirat. Karena menurut mereka, peradaban Eropa akan maju jika keduanya tidak dicampur adukan.

Dampak utama dari renaisans adalah munculnya kembali semangat ilmu pengetahuan. universitas pertama yang didirikan di Eropa adalah Universitas Oxford pada tahun 1264. Hingga tahun 1400-an di sana sudah ada sekitar 50 universitas di Eropa. Pendidikan di sana merupakan hasil simulasi dari naskah-naskah kuno yang diterjemahkan oleh orang Arab maupun orang Eropa yang belajar di wilyah Islam ke dalam bahasa latin.

Kemunculan kaum intelektual ini tentu melahirkan aliran-aliran pemikiran baru yang bersifat rasionalistik sebagai tantangan dari cara berfikir masyarakat abad pertengahan yang cenderung fatalistic. Pemikiran yang lahir itu adalah Humanisme, merupakan suatu system pemikiran, mengenai pentingnya dan dominannya orang dalam kehidupan. Para Humanis mempelajari kesusteraan klasik Yunani dan Latin, dan mereka sangat tertarik pada gaya penulisan yang elegan. Mereka juga mengumpulkan naskah-naskah lama yang kemudian diterbitkan.[3]

Beberapa tokoh Humanios yang muncul pada saat itu, antara lain Francesco Petrarca atau dikenal dengan Petrach (1304-1374). Ia mendapatkan pendidikan di Avignon. Lalu masuk ordo gereja untuk mempelajari studi sastera Yunani dan Romawi Kuno. Karya-karyanya terkumpul dalam Canzoniere yang diterbitkan pada tahu1470.

Kemudian Desiderius Erasmus (1446-1536) dengan karyanya Praise of Folly pada tahun 1511, yang isinya sebagai suatu sindiran terhadap peran wanita yang pada saat itu masih terhalang dogma-dogma gereja.

Hingga tahun 1500-an, Negara-negara Eropa mulai memimpin dunia dalam banyak teknologi penting. Sumber daya yang tak terbatas, hasil dari penjelejahan dunia, rute perdagangan baru yang berhasil di cari, lalu reformasi Protestan yang dimotori oleh Calvin dan Luther, serta persaingan politik di Eropa itu sendiri akhirnya membuat Eropa menjadi wilayah yang dominan hingga abad ini.

BAB III

KESIMPULAN

Renaisans yang muncul di Eropa pada sekitar abad ke-XIV dengan di pelopori oleh golongan Paura sebagai tantangan atas dominasi gereja dengan dogma-dogmanya yang kadang kala menyesatkan, berhasil membawa Eropa kepada babak baru dalam sejarah peradaban dunia.

Namun demikian, tidak berarti semua gereja mendukung dogma-dogmanya, sebab ada beberapa yang menentang dominasi gereja justru dari pimpinan gereja itu sendiri seperti Paus Julius II dan Paus Leo X yang menjadi pelindung gerakan renaisans di Italia.

Hingga pada akhirnya dengan diwarnai berbagai konflik, dan sebenarnya renaisans itu sendiri cenderung pada perubahan kebudayaan, maka Eropa mampu menjadi tolak ukur peradaban dunia sampai dengan sekarang.

DAFTAR PUSTAKA

Marwati Djoened Poesponegoro. 1988. Tokoh dan Peristiwa Dalam Sejarah Eropa Awal Masehi-1815. Jakarta: UI Press.

Hay, Denys. 1986. The Significance of Renaissance Europe: The Age of Renaissance. London: Thames and Hudson Ltd.

Dedi Supriyadi M.Ag. 2008. Sejarah Peradaban Islam. Bandung: Pustaka Setia.

Ajid Thohir. 2004. Perkembangan Peradaban Islam di Kawasan Dunia Islam Melacak Akar-akar Sejarah, Sosial, Politik, dan Budaya Umat Islam. Jakrta: PT:. Raja Grafindo Persada.

Moh. Nurhakim. 2004. Sejarah dan Peradaban Islam. Malang: UMM Press.

Artikel perkuliahan Sejarah Dunia II Bagian Renaisans

copyrigt; Juned Topan.. Diberdayakan oleh Blogger.