This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label sejarah bangsa bangsa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sejarah bangsa bangsa. Tampilkan semua postingan

Rabu, 08 Februari 2012

oleh Dr. Kamal Salibi Indeks Kristiani | Indeks Artikel | Tentang Penulis ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota 1. DUNI

oleh Dr. Kamal Salibi

Indeks Kristiani | Indeks Artikel | Tentang Penulis


ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota

1. DUNIA YAHUDI KUNO (1/4)

Asal mula penyelidikan ini datang secara tidak sengaja. Pada suatu hari saya menerima sebuah copy cetakan indeks ilmu bumi Arab Saudi, diterbitkan di Riyad pada tahun 1977, dan ketika saya sedang memeriksanya untuk nama-nama tempat yang tidak berasal dari bahasa Arab yang terletak di Arabia Barat, ketika itulah saya menyadari bahwa nama-nama tempat di Arabia Barat juga merupakan nama-nama tempat yang tertera di dalam Kitab Perjanjian Lama, atau yang saya sebut Bibel Ibrani. Pada mulanya saya meragukan persamaan ini, tetapi setelah bukti-bukti yang memperkuat itu terkumpul, saya merasa yakin bahwa persamaan antara nama-nama itu bukanlah suatu kebetulan belaka. Hampir semua nama tempat kuno yang saya dapati di dalam Bibel berpusat pada daerah dengan panjang sekitar 600 kilometer dan selebar 200 kilometer, yang pada zaman ini meliputi Asir (bahasa Arabnya 'Asir) dan bagian selatan Hijaz (al-Higaz). Semua koordinat tempat-tempat yang disebutkan di dalam Kitab Bibel Ibrani dapat dicocokkan dengan sebuah tempat di wilayah ini, suatu fakta yang sangat penting, sedangkan belum ada bukti-bukti yang mencocokkan koordinat-koordinat tersebut dengan lokasi tempat-tempat di Palestina, tempat yang diduga sebagai tanah asal Kitab Bibel. Saya tidak menemukan sekelompok nama tempat kuno, dalam bentuk Ibraninya yang masih asli di daerah-daerah lain di Timur Dekat. Saya merasa berkewajiban untuk memikirkan adanya sebuah kemungkinan yang sangat menakjubkan: yaitu bahwa Yudaisme bukan berasal dari Palestina, melainkan dari Arabia Barat, dan bahwa seluruh sejarah bangsa Israil kuno berlangsung di daerah ini, bukan di tempat lain.

Sudah tentu, jika menganggap bahwa dugaan saya ini benar, bukan berarti bahwa tidak ada orang Yahudi yang tinggal menetap di Palestina pada zaman Bibel itu atau di negara lain di luar wilayah ini. Yang dimaksud ialah bahwa Kitab Bibel Ibrani itu pada dasarnya ialah suatu catatan mengenai sejarah pengalaman bangsa Yahudi di Arabia Barat. Sayangnya tidak ada catatan sejarah yang dapat menjelaskan bagaimana Yudaisme dapat didirikan di Palestina pada zaman dahulu itu. Tetapi kita dapat saja memberikan suatu perkiraan berdasarkan bukti-bukti yang ada.

Di antara agama-agama Timur Dekat yang diketahui, agama Yahudi berada dalam golongan tersendiri; belum ada usaha-usaha yang berhasil menjelaskan asal usulnya dalam pengertian agama-agama kuno Mesopotamia, Suria atau Mesir, kecuali dalam tingkat bayangan mitos-mitos. Salah satu contoh yang demikian ini ialah kisah air bah, yang mungkin juga terdapat dalam kitab 'Epik Gilgamesh' dari mesopotamia kuno, dan mitos-mitos kuno lainnya, bahkan salah satu di antaranya berasal dari Cina. Walaupun dengan adanya contoh-contoh ini, kita tidak dapat memastikan asal-mulanya mitos-mitos ini serta apa yang dibawa dan dari siapa. Tetapi, seperti yang akan kita lihat dalam Bab 12, sangat masuk di akal untuk mengandaikan bahwasanya asal mula agama Yahudi mungkin terbentuk karena adanya kecenderungan terhadap monoteisme di Asir kuno tempat sejumlah dewa-dewa gunung seperti Yahweh, El Sabaoth, El Shalom, El Shaddai, El Elyon dan yang lain entah bagaimana yang akhirnya diakui sebagai dewa tertinggi, mungkin dengan adanya pembauran di antara suku-suku setempat. Karena kemudian diadopsi oleh suku Israil, sebuah suku lokal, monoteisme dasar Arabia Barat ini lambat-laun berkembang menjadi sebuah agama dengan jalan pemikiran yang tinggi, yang mempunyai sebuah kitab keagamaan tetap, yang mengandung gagasan yang rumit tentang sifat ketuhanan dan mempunyai tema kemasyarakatan dan etika tersendiri. Agama itu dengan mudah menarik peminat-peminat dari luar daerah asalnya, khususnya dari daerah-daerah yang telah mengenal ketatasusilaan dan yang telah mempunyai tingkat pemikiran yang cukup tinggi. Karena agama itu mempunyai kitab dan dikembangkan oleh orang-orang yang dapat menulis dan membaca, agama itu mudah untuk disebarluaskan.

Bahasa yang dipakai dalam kitab-kitab Yahudi ini biasanya disebut Ibrani, dan agaknya merupakan dialek sebuah bahasa Semit yang dahulunya merupakan bahasa sehari-hari yang dipakai di pelbagai daerah di Arabia Selatan, Barat dan Suria (termasuk Palestina). [1] Seseorang dapat menyimpulkan hal ini melalui penyelidikan etimologis dan dari nama-nama tempat di wilayah Timur Dekat, mempertimbangkan pula distribusi geografis mereka. Karena memerlukan kata yang lebih tepat, maka bahasa kuno ini kini disebut bahasa Kanaan, menurut nama sebuah bangsa menurut Bibel yang menggunakan bahasa ini. [2]

Di samping bahasa Kanaan, ada satu lagi bahasa yang dipakai di jazirah Arab dan Suria, bahasa ini adalah bahasa Aram, diberi nama ini menurut nama bangsa Aram dari Bibel. Tanpa memperdulikan siapa itu sebenarnya bangsa Kanaan dan Aram, suatu topik yang akan saya bicarakan dalam Bab 4, [3] dapat dipastikan bahwa bahasa Kanaan (atau bahasa Ibrani) dan bahasa Aram pernah dalam waktu yang bersamaan digunakan oleh berbagai masyarakat Arab dari wilayah Barat, seperti halnya di Suria. Sebuah ayat pendek dari Kitab Bibel, jika dilihat kembali dari segi nama-nama tempat di Arabia Barat yang masih ada sejak dari zaman kuno, jelas mengungkapkan hal ini.

Sebutan ini adalah Kejadian 31:47-49. Di sini dapat kita baca mengenai sebuah timbunan tanah yang disebut 'timbunan batu', didirikan untuk menjadi saksi atas persetujuan antara Yakub, seorang Yahudi, dengan paman dari pihak ibunya, seorang bangsa Aram dan ayah mertuanya, yaitu Laban. Laban menyebutnya 'Yegar-sahadutha' (dalam bahasa Aram adalah ygr shdwt'), tetapi Yakub menyebutnya 'Galed' (dalam bahasa Ibraninya gl'd) dan 'Mizpah' (Ibraninya hmsph), yang berarti menara penjagaan. Ketiga nama ini kini masih dipakai oleh tiga buah desa yang tidak begitu terkenal, yang letaknya berdekatan, di daerah maritim Asir, di kawasan Rijal Alma' (Rigal Alma'), di sebelah barat Abha (Abha). Nama-namanya adalah: Far'at Al-Shahda ('l shd'), yang berarti 'Tuhan adalah saksi' atau 'Tuhan dari saksi', dalam bahasa Arabnya pr't atau pr'h, yang berarti bukit atau timbunan, sama artinya dengan kata Aram ygr; al-Ja'd ('l-g'd), yang merupakan sebuah metatesis yang telah diarabkan dari kata gl'd; dan al-Madhaf (mdp; bandingkan dengan msph).

Begitulah persamaan antara pemakai bahasa Kanaan dengan pemakai bahasa Aram di Arabia Barat menurut Bibel, sehingga menurut hemat saya orang-orang Israil itu bingung dari kelompok mana mereka berasal. Walau mereka menganggap sebagai bangsa Ibrani (lihat Bab 13), tetapi menurut Ulangan 26:5 leluhur mereka adalah seorang yang berasal dari suku Aram. Pertentangan ini telah lama membingungkan para ahli, tetapi jika anggapan saya benar, hal itu memang masuk akal.

Kemungkinan besar awal tersebarnya agama Yahudi dari tanah asalnya di Arabia Barat ke Palestina dan ke daerah-daerah lain itu ialah dengan mengikuti jalur (route) kafilah perdagangan antar Arabia. Pada zaman kuno, wilayah Asir di Arabia Barat merupakan tempat pertemuan kafilah-kafilah yang membawa barang-barang dagangan dari berbagai negara di kawasan teluk Samudera Hindia seperti India, Arabia Selatan serta Afrika Timur, dari satu arah, dan dari Persia-Mesopotamia, dan negara-negara di Laut Tengah bagian Timur, terutama Suria, Mesir dan dunia Aegea, dari arah yang lain (lihat Peta 1).

Palestina, yang terletak di sudut Selatan Suria, dekat Mesir, merupakan ujung penghabisan dari jalur perdagangan kuno Arabia Barat pertama yang bertolak menuju arah ini. Penduduk Yahudi yang pertama mestinya adalah pedagang-pedagang dan kafilah-kafilah dari Arabi Barat yang terlibat dalam perdagangan ini. Penduduk baru ini kemudian dengan mudah menarik penduduk lokal untuk memasuki agama mereka, yang dalam hal kecanggihan intelektualnya jauh lebih tinggi dibandingkan dengan cara-cara pemujaan setempat dan bahkan agama-agama tinggi kerajaan Mesir dan Mesopotamia. Cara yang persis seperti inilah yang dipergunakan oleh pedagang-pedagang Islam di berbagai tempat di Asia dan Afrika Timur pada waktu-waktu yang kemudian. Mereka menarik umat baru untuk memeluk agama Islam di mana pun mereka singgah di antara penduduk itu yang memandang agama Islam sebagai suatu agama yang lebih baik daripada agama mereka sendiri.

Bukan maksud saya untuk mengatakan bahwa orang-orang Yahudi itulah yang merupakan penduduk pertama Arabia Barat di Palestina. Mestinya bangsa Filistin yang menurut Bibel (lihat Bab 14) dari Arabia Barat itulah yang terlebih dahulu menetap di daerah itu sebelum mereka, mengingat bahwa merekalah yang memberi nama kepada negara ini. Begitupun halnya dengan bangsa Kanaan dari Arabia Barat (lihat catatan 3) yang tampaknya telah 'tersebar' (Kejadian 10:18) sejak dahulu, dan memberi nama pada tanah Kanaan (kn'n) yang terletak di sepanjang pantai Suria, di sebelah utara Palestina. Daerah ini disebut Phoenicia oleh bangsa Yunani (mengenai Faniqa atau 'Phoenicia' di Asir, lihat Bab 14 ). Bahwasanya Phoenicia sebenarnya disebut Kanaan oleh penduduknya dapat diketahui dari sekeping uang logam Yunani dari Beirut yang menceritakan dalam bahasa Funisia (Phoenicia), bahwa kota ini terletak 'di Kanaan' (b-kn'n), dan dalam bahasa Yunani bahwa kota ini terletak 'di Phoenicia'. [4] Menulis mengenai 'bangsa Phoenicia' dan 'bangsa Suria dari Palestina' pada abad ke-5 S.M., sejarawan Yunani Herodotus yakin bahwa mereka berasal dari Arabia Barat. Ia menulis tentang kedua bangsa itu: 'Negara ini, menurut cerita mereka sendiri, dahulunya terletak di Laut Merah, tetapi dari sana mereka menyeberang dan menetapkan diri di pesisir Suria, dan di sana mereka masih menetap' (7:89; lihat juga ibid. 1:1). [5]

Berapa pun umurnya perkampungan orang-orang dari Arabia Barat yang tertua di daerah pesisir Suria,[6] migrasi orang-orang Filistin dan Kanaan ke sana mestinya bertambah besar. Menurut kitab-kitab dalam Bibel Ibrani, kerajaan Israil sudah dipastikan berdiri di Arabia Barat, yang dihuni antara lain oleh bangsa Filistin dan Kanaan, antara akhir abad ke-11 dan awal abad ke-10 S.M., yang sebagian besar merugikan bangsa Filistin dan Kanaan. Karena patah semangat dan berturut-turut dikalahkan oleh bangsa Israil, maka orang-orang Filistin dan Kanaan ini kemungkinan memperderas arus migrasi mereka ke daerah pesisir Suria pada waktu yang sama. Di Palestina, nampaknya bangsa Filistin menamakan perkampungan-perkampungan mereka (seperti Gaza dan Askalon) menurut kota-kota di Arabia Barat yang mereka tinggalkan. Dusun Bayt Dajan di Palestina ('kuil' dgn, atau 'dagon') di Palestina, dekat Jaffa, masih memakai nama dewa agama yang mereka anut sewaktu di Arabia Barat (lihat Bab 14). Di sebelah utara Palestina, bangsa Kanaan juga memberi nama-nama yang berasal dari Arabia Barat kepada perkampungan-perkampungan mereka - nama-nama seperti Sur (Tyre), Sidon, Gebal (dalam bahasa Yunani = Byblos), Arwad (dalam bahasa Yunani = Arados), atau Libanon.[7] Pada saat orang-orang Israil dari Arabia Barat (dan mungkin kaum Yahudi dari Arabia Barat lainnya) memulai migrasi mereka ke arah Utara untuk menetap di Palestina, yang tak dapat ditentukan tahunnya, mereka juga memberikan nama-nama yang berasal dari daerah mereka yang dahulu kepada tempat-tempat pemukiman mereka atau kepada tempat-tempat pemujaan penduduk setempat yang diambil alih oleh mereka dan menggabungkannya dengan kuil-kuil Yahudi mereka. Di antara yang paling kentara dan yang paling terkenal adalah: Yerusalem (yrwslm, lihat Bab 9), Bethlehem (byt lhm, lihat Bab 8), Hebron (hbrwn, lihatBab 13? Carmel (krml),[8] dan kemungkinan Galilee (glyl),[9] Hermon (hrmwn)[10] dan Yordan (h-yrdn, lihat Bab 7), semuanya membenarkan hal ini. Di kebanyakan tempat di dunia, pada suatu waktu, imigran-imigran yang rindu sering menamakan kota-kota, daerah-daerah, pegunungan, sungai-sungai, atau bahkan suatu negara atau pulau-pulau dengan nama-nama yang mereka bawa dari tanah yang mereka tinggalkan. Mengingat pada zaman dahulu bahasa yang dipergunakan di daerah Suria dan Arabia Barat adalah sama, kita tidak dapat meniadakan adanya kemungkinan besar bahwa beberapa tempat di kedua wilayah itu dahulunya mempunyai nama-nama yang sama, terutama jika berkenaan dengan ciri-ciri topografis, hidrologis atau ekologis tertentu, atau berkenaan dengan pemujaan terhadap dewa yang sama. Dalam corak kebudayaan tradisional, seperti dalam halnya bahasa, Suria dan Palestina tidak pernah jauh berbeda.

(sebelum, sesudah)


  Mencari Asal-usul Kitab Suci   (The Bible Came from Arabia)   Kamal Salibi   Penerbit Pustaka Litera AntarNusa   Jln. Arzimar III, Blok B No.7, Tel.(0251) 329026   Bogor 16152  
Indeks Kristiani | Indeks Artikel | Tentang Penulis
ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota

Asal Usul Bangsa Israel


Siapa yang tidak kenal Israel. Mendengar namanya saja sudah membuat darah kita sebagai seorang Muslim bergelora, terutama setelah penyerangan besar-besaran yang dilakukan Israel terhadap saudara-saudara kita yang ada di Palestina, tapi siapa sih sebenarnya bangsa Israel itu? Berikut adalah “Asal Usul Bangsa Israel” yang aku kutip dari eramediaislami.com :

Nama Yahudi barangkali diambil dari Yehuda. Yehuda adalah salah seorang putra nabi Yakub (Kejadian 29: 22) yang kemudian hari dijadikan nama salah satu kerajaan Israel yang pecah menjadi dua, setelah Solomon (Sulaiman) meninggal (1 Raja-Raja 12). Sedangkan nama Israel adalah nama yang diberikan Tuhan kepada Yakub, setelah Yakub memenangkan pergulatan melawan Tuhan (Kejadian 32:28). Karena dosa-dosanya yang sudah tidak termaafkan lagi, bangsa Israel ini dihukum oleh Tuhan dengan menghancurkan kerajaan yang mereka miliki (2 Raja-Raja 17:7-23).


Bangsa Yahudi sangat terobsesi oleh kitab suci mereka, bahwa hanya merekalah satu-satunya bangsa yang dipilih oleh Tuhan untuk menguasai dunia ini. Bukankah Tuhan juga yang menyatakan kepada nenek moyang mereka Ibrahim, bahwa dari keturunan Ibrahimlah Tuhan akan menurunkan raja-raja didunia ini. Bagi mereka, keturunan Ibrahim hanyalah anak cucu yang lahir dari Sarah, isteri pertama Ibrahim, sehingga keberadaan Ismael anak sulung Ibrahim dari Hajar, dianggap tidak ada. Atas kecongkakkan dan kesombongan ini, Tuhan murka kepada bani Israel. Beratus-ratus tahun mereka menjadi warga negara kelas kambing yang tertindas di negeri Firaun. Setelah Musa berhasil membawa mereka keluar dari Mesir, bangsa Israel sempat mempunyai kerajaan yang dibangun oleh Daud dan mencapai masa keemasannya ditangan Solomon. Kerajaan yang kemudian pecah menjadi dua karena intrik anak-anak Solomon, lalu menjadi lemah dan akhirnya mereka dijajah oleh Firaun Nekho (2 Raja-Raja 23:31-35). Diusir sebagai orang buangan oleh Nebukadnezar bangsa Babilonia (2 Raja-Raja 25:1-21). Dijajah oleh Romawi. Dimusnahkan oleh Nazi, Jerman. Kesemuanya itu adalah hukuman Tuhan, kepada bangsa yang oleh Yesus (Isa al Masih) disebut sebagai keturunan bangsa ular beludak (Matius 23:33). Hukuman tersebut tidak membuat mereka jera, dan bertobat. Malah menjadikan dendam kesumat dihati bangsa ini untuk melawan Tuhan, Allah Maha Pencipta.


Kecongkakkan mereka dengan menganggap diri sebagai bangsa pilihan Tuhan satu-satunya yang berhak memerintah dunia ini, membuat mereka dengan sombongnya bersumpah, untuk memerangi agama lain selain agama mereka dengan segala cara, persis ketika Iblis bersumpah kepada Tuhan untuk memperdayai anak cucu Adam, sampai dunia kiamat nanti. Tuhanpun memperingatkan ummat Islam, melalui Al-Quran untuk berhati-hati terhadap tipu daya Yahudi ini.


Pegangan mereka adalah kitab Talmud. Yang merupakan kitab setan, karena sangat jauh menyimpang, bahkan mungkin bertolak belakang dengan ajaran Taurat. Nabi Daud AS, yang juga raja, menaklukkan bukit Zion yang merupakan benteng dari kaum Yabus. Nabi Daud AS tinggal di benteng itu dan diberinya nama: “bandar Daud” (Samuel II 5:7-9)


Sejak itu maka Zion menjadi tempat suci, dikeramatkan orang-orang Yahudi yang mereka percayai bahwa Tuhan tinggal di tempat itu: “Indahkanlah suaramu untuk Tuhan Yang menetap di Zion” (Mazmur 9:11).


Zionisme ialah gerakan orang-orang Yahudi yang bersifat ideologis untuk menetap di Palestina, yakni di bukit Zion dan sekitarnya. Walaupun Nabi Musa AS tidak sampai pernah menginjakkan kaki beliau di sana, namun orang-orang Yahudi menganggap Nabi Musa AS adalah pemimpin pertama kaum Zionis.
Untuk mencapai cita-citanya, Zionisme membangkitkan fanatisme kebangsaan (keyahudian) , keagamaan dengan mempergunakan cara kekerasan untuk sampai kepada tujuannya. Zionisme memakai beberapa tipudaya untuk mengurangi dan menghilangkan sama sekali penggunaan kata “Palestina”, yakni mengganti dengan perkataan-perkataan lain yang berkaitan dengan sejarah bangsa Yahudi di negeri itu. Digunakanlah nama “Israel” untuk negara yang telah didirikan oleh mereka, sebab Zionisme di Palestina identik dengan kekerasan, kezaliman dan kehancuran. Kaum Zionis mengambil nama Israel adalah untuk siasat guna mengelabui dan menipu publik, bahwa negara Israel itu tidak akan menggunakan cara-cara yang biasa digunakan oleh kaum Zionis. Pada hal dalam hakikatnya secra substansial tidaklah ada perbedaan sama sekali antara Israel dengan Zionisme. Israel sendiri berasal dari dua kata, isra mempunyai arti hamba, dan ell berarti Allah.
Secara substansial protokol Zionisme adalah suatu konspirasi jahat terhadap kemanusiaan. Protokol berarti pernyataan jika dinisbatkan kepada para konseptornya, dan berarti laporan yang diterima serta didukung sebagai suatu keputusan jika dikaitkan pada muktamar di Bale, Switzerland, tahun 1897, yang diprakarsai oleh Teodor Herzl.


Protokol-protokol itu yang sebagai dokumen rahasia disimpan di tempat rahasia, namun beberapa diantaranya dibocorkan oleh seorang nyonya berkebangsaan Perancis yang beragama Kristen dalam tahun 1901. Dalam perjumpaan nyonya itu dengan seorang pemimpin teras Zionis di rumah rahasia golongan Mesonik di Paris, nyonya itu sempat melihat sebagian dari protokol-protokol itu. Nyonya itu sangat trperanjat setelah membaca isinya. Ia berhasil mencuri sebagian dari dokumen rahasia itu, yang disampaikannya kepada Alex Nikola Nivieh, ketua dinas rahasia Kekaisaran Rusia Timur.


Sebagian kecil dari protokol-protokol Zionisme itu akan disampaikan seperti berikut:

  1. Manusia terbagi atas dua bagian, yaitu Yahudi dan non-Yahudi yang disebut Joyeem, atau Umami. Jiwa-jiwa Yahudi dicipta dari jiwa Tuhan, hanya mereka sajalah anak-anak Tuhan yang suci-murni. Kaum Umami berasal-usul dari syaithan, dan tujuan penciptan Umami ini untuk berkhidmat kepada kaum Yahudi. Jadi kaum Yahudi merupakan pokok dari anasir kemanusiaan sedangkan kaum Umami adalah sebagai budak Yahudi. Kaum Yahudi boleh mencuri bahkan merampas harta benda kaum Umami, boleh menipu mereka, berbohong kepada mereka, boleh menganiaya, boleh membunuh serta memperkosa mereka. Sesungguhnya tabiat asli kaum Yahudi ini bukan hanya ada disebutkan dalam protokol dokumen rahasia Zionis tersebut, melainkan ini adalah warisan turun temurun sejak cucu Nabi Ibrahim AS dari jalur Nabi Ishaq AS ini mulai mengalami dekadensi (baca: busuk ke dalam), yaitu sepeninggal Nabi Sulaiman AS. Ini diungkap dalam Al Quran (transliterasi huruf demi huruf): QALWA LYS ‘ALYNA FY ALAMYN SBYL (S. AL ‘AMRAN, 75), dibaca: qa-lu- laysa ‘alayna- fil ummiyyi-na sabi-l (s. ali ‘imra-n), artinya: mereka berkata tidak ada dosa bagi kami terhadap orang-orang ummi (3:75).
  2. Protokol Zionisme tentang faham jiwa-jiwa Yahudi dicipta dari jiwa Tuhan, hanya mereka sajalah anak-anak Tuhan yang suci-murni, sangatlah menyimpang dari syari’at yang dibawakan oleh Nabi Musa AS. Mereka yang menyimpang inilah yang dimaksud dengan almaghdhu-b, artinya yang dimurkai dalam Surah Al Fa-tihah ayat 7.
  3. Protokol-protokol Zionisme itu merancang juklatnya dengan menye-barkan faham-faham yang bermacam-macam. Faham yang mereka tebarkan berbeda dari masa ke masa. Suatu waktu mempublikasikan sekularisme kapitalisme, suatu waktu menebar atheisme komunisme, suatu waktu berse-lubung agnostik sosialisme. Untuk menebarkan pengaruh internasional, protokol-protokol itu antara lain berisikan perencanaan keuangan bagi kerajaan Yahudi Internasional yang menyangkut mata uang, pinjaman-pinjaman, dan bursa. Media surat kabar adalah salah satu kekuatan besar dan melalui jalan ini akan dapat memimpin dunia. Manusia akan lebih mudah ditundukkan dengan bencana kemiskinan daripada ditundukkan oleh undang-undang.

Pada tahun 1902 dokumen rahasia Zionis itu diterbitkan dalam bentuk buku berbahasa Rusia oleh Prof. Nilus dengan judul ‘PROTOKOLAT ZIONISME’. Dalam kata pengantarnya Prof. Nilus berseru kepada bangsanya agar berhati-hati akan satu bahaya yang belum terjadi. Dengan seruan itu terbongkarlah niat jahat Yahudi, dan hura-hura pun tak bisa dikendalikan lagi, dimana saat itu telah terbantai lebih kurang 10.000 orang Yahudi. Theodor Herzl, tokoh Zionis Internasional berteriak geram atas terbongkarnya Protokolat mereka yang amat rahasia itu, karena tercuri dari pusat penyim-panannya yang dirahasiakan, dan penyebar-luasannya sebelum saatnya akan membawa bencana. Peristiwa pembantaian atas orang-orang Yahudi itu mereka rahasiakan. Lalu mereka ber-gegas membeli dan memborong habis semua buku itu dari toko-toko buku. Untuk itu, mereka tidak segan-segan membuang beaya apa saja yang ada, seperti ; emas, perak, wanita, dan sarana apa saja, asal naskah-naskah itu bisa disita oleh mereka.

Mereka menggunakan semua pengaruhnya di Inggris, supaya Inggris mau menekan Rusia untuk menghentikan pembantaian terhadap orang-orang Yahudi di sana. Semua itu bisa terlaksana setelah usaha yang amat berat.
Pada tahun 1905 kembali Prof. Nilus mencetak ulang buku itu dengan amat cepat dan mengherankan. Pada tahun 1917 kembali dicetak lagi, akan tetapi para pendukung Bolshvic menyita buku protokolat itu dan melarangnya sampai saat ini. Namun sebuah naskah lolos dari Rusia dan diselun-dupkan ke Inggris oleh seorang wartawan surat kabar Inggris ‘The Morning Post’ yang bernama Victor E.Mars dan dalam usahanya memuat berita revolusi Rusia. Ia segera mencarinya di perpustakaan Inggris, maka didapatinya estimasi tentang akan terjadinya revolusi komunis. Ini sebelum lima belas tahun terjadi, yakni di tahun 1901. Kemudian wartawan itu menterjemahkan Protokolat Zionis itu ke dalam bahasa Inggris dan dicetak pada tahun 1912.

Hingga kini tidak ada satu pun penerbit di Inggris yang berani mencetak Protokolat Zionis itu, karena kuatnya pengaruh mereka di sana. Demikian pula terjadi di Amerika. Kemudian buku itu muncul dicetak di Jerman pada tahun 1919 dan tersebar luas ke beberapa negara. Akhirnya buku itu diterjemah-kan ke dalam bahasa Arab, antara lain oleh Muhammad Khalifah At-Tunisi dan dimuat dalam majalah Mimbarusy-Syarq tahun 1950. Perlu diketahui, bahwa tidak ada orang yang berani mempublikasikan Protokolat itu, kecuali ia berani menghadapi tantangan dan kritik pedas pada koran-koran mereka, sebagaimana yang dialami oleh penerjemah ke dalam bahasa Arab yang dikecam dalam dua koran berbahasa Perancis yang terbit di Mesir.

Setelah melalui proses yang amat panjang akhirnya pada 14 Mei 1948 silam, kaum Yahudi memproklamirkan berdirinya negara Israel. Dengan kemerdekaan ini, cita-cita orang orang Yahudi yang tersebar di berbagai belahan dunia untuk mendirikan negara sendiri, tercapai. Mereka berhasil melaksanakan “amanat” yang disampaikan Theodore Herzl dalam tulisannya Der Judenstaat (Negara Yahudi) sejak 1896. Tidaklah mengherankan jika di tengah-tengah negara-negara Timur Tengah yang mayoritas menganut agama Islam, ada sekelompok manusia yang berkebudayaan dan bergaya hidup Barat. Mereka adalah para imigran Yahudi yang didatangkan dari berbagai negara di dunia karena mengalami pembantaian oleh penguasa setempat.

Sejak awal Israel sudah tidak diterima kehadirannya di Palestina, bahkan di daerah mana pun mereka berada. Karena merasa memiliki keterikatan historis dengan Palestina, akhirnya mereka berbondong-bondong datang ke Palestina. Imigrasi besar-besaran kaum Yahudi ini terjadi sejak akhir tahun 1700-an. Akibat pembantaian diderita, maka mereka merasa harus mencari tempat yang aman untuk ditempati. Oleh Inggris mereka ditawarkan untuk memilih kawasan Argentina, Uganda, atau Palestina untuk ditempati, tapi Herzl lebih memilih Palestina.

Herzl adalah The Founding Father of Zionism. Dia menggunakan zionisme sebagai kendaraan politiknya dalam merebut Palestina. Kemampuannya dalam melobi para penguasa dunia tidak diragukan lagi. Sederetan orang-orang terkenal di dunia seperti Paus Roma, Kaisar Wilhelm Jerman, Ratu Victoria Inggris, dan Sultan Turki di Istambul telah ditaklukkannya. Zionisme adalah otak dalam perebutan wilayah Palestina dan serangkaian pembantaian yang dilakukan Yahudi.

Dengan berdatangannya bangsa Yahudi ke Palestina secara besar-besaran, menyebabkan kemarahan besar penduduk Palestina. Gelombang pertama imigrasi Yahudi terjadi pada tahun 1882 hingga 1903. Ketika itu sebanyak 25.000 orang Yahudi berhasil dipindahkan ke Palestina. Mulailah terjadi perampasan tanah milik penduduk Palestina oleh pendatang Yahudi. Bentrokan pun tidak dapat dapat dihindari. Kemudian gelombang kedua pun berlanjut pada tahun 1904 hingga 1914. Pada masa inilah, perlawanan sporadis bangsa Palestina mulai merebak.

Berdasarkan hasil perjanjian Sykes Picot tahun 1915 yang secara rahasia dan sepihak telah menempatkan Palestina berada di bawah kekuasaan Inggris. Dengan berlakunya sistem mandat atas Palestina, Inggris membuka pintu lebar-lebar untuk para imigran Yahudi dan hal ini memancing protes keras bangsa Palestina.

Aksi Inggris selanjutnya adalah memberikan persetujuannya melalui Deklarasi Balfour pada tahun 1917 agar Yahudi mempunyai tempat tinggal di Palestina. John Norton More dalam bukunya The Arab-Israeli Conflict mengatakan bahwa Deklarasi Balfour telah menina-bobokan penguasa Arab terhadap pengkhiatan Inggris yang menyerahkan Palestina kepada Zionis.
Pada tahun 1947 mandat Inggris atas Palestina berakhir dan PBB mengambil alih kekuasaan. Resolusi DK PBB No. 181 (II) tanggal 29 November 1947 membagi Palestina menjadi tiga bagian. Hal ini mendapat protes keras dari penduduk Palestina. Mereka menggelar demonstrasi besar-besaran menentang kebijakan PBB ini. Lain halnya yang dilakukan dengan bangsa Yahudi. Dengan suka cita mereka mengadakan perayaan atas kemenangan besar ini. Bantuan dari beberapa negara Arab dalam bentuk persenjataan perang mengalir ke Palestina. Saat itu pula menyusul pembubaran gerakan Ikhwanul Muslimin di Mesir dan pembunuhan terhadap Hasan al-Banna yang banyak berperan dalam membela Palestina dari cengkraman Israel.

Apa yang dilakukan Yahudi dalam merebut Palestina tidaklah terlepas dari dukungan Inggris dan Amerika. Berkat dua negara besar inilah akhirnya Yahudi dapat menduduki Palestina secara paksa walaupun proses yang harus dilalui begitu panjang dan sulit. Palestina menjadi negara yang tercabik-cabik selama 30 tahun pendudukan Inggris. Sejak 1918 hingga 1948, sekitar 600.000 orang Yahudi diperbolehkan menempati wilayah Palestina. Penjara-penjara dan kamp-kamp konsentrasi selalu dipadati penduduk Palestina akibat pemberontakan yang mereka lakukan dalam melawan kekejaman Israel.

Tahun 1956, Gurun Sinai dan Jalur Gaza dikuasai Israel, setelah gerakan Islam di kawasan Arab dipukul dan Abdul Qadir Audah, Muhammad Firgholi, dan Yusuf Thol’at yang terlibat langsung dalam peperangan dengan Yahudi di Palestina dihukum mati oleh rezim Mesir. Dan pada tahun 1967, semua kawasan Palestina jatuh ke tangan Israel. Peristiwa itu terjadi setelah penggempuran terhadap Gerakan Islam dan hukuman gantung terhadap Sayyid Qutb yang amat ditakuti kaum Yahudi. Tahun 1977, terjadi serangan terhadap Libanon dan perjanjian Camp David yang disponsori oleh mendiang Anwar Sadat dari Mesir.

Akhirnya pada Desember 1987, perjuangan rakyat Palestina terhimpun dalam satu kekuatan setelah sekian lama melakukan perlawanan secara sporadis terhadap Israel. Gerakan Intifadhah telah menyatukan solidaritas rakyat Palestina. Intifadhah merupakan aksi pemberontakan massal yang didukung massa dalam jumlah terbesar sejak tahun 1930-an. Sifat perlawanan ini radikal revolusioner dalam bentuk aksi massal rakyat sipil.
Adanya kehendak kolektif untuk memberontak sudah tidak dapat ditahan lagi. Untuk tetap bertahan dalam skema transformasi masyarakat yang menghindari aksi kekerasan, maka atas prakarsa Syekh Ahmad Yassin dibentuklah HAMAS (Harakah al-Muqawwah al-Islamiyah) pada bulan Januari 1988, sebagai wadah aspirasi rakyat Palestina yang bertujuan mengusir Israel dari Palestina, mendirikan negara Islam Palestina, dan memelihara kesucian Masjid Al-Aqsha. HAMAS merupakan “anak” dari Ikhwanul Muslimin karena para anggotanya berasal dari para pengikut gerakan Ikhwanul Muslimin. Perlawanan terhadap Israel semakin gencar dilakukan dan mengakibatkan kerugian material bagi Israel berupa kehancuran pertumbuhan ekonomi, penurunan produksi industri dan pertanian, serta penurunan investasi. Kerugian lainnya yaitu hilangnya ketenangan dan rasa aman bangsa Israel.

Tidak ada manipulasi sejarah yang lebih dahsyat dari pada yang dilakukan kaum Zionis terhadap bangsa Palestina. Kongres Zionis I di Basle merupakan titik balik dari sejarah usaha perampasan tanah Palestina dari bangsa Arab. Namun hebatnya, para perampas ini tidak dianggap sebagai ”perampok” tetapi malahan dipuja sebagai ”pahlawan” dan bangsa Arab yang melawannya dianggap sebagai ”teroris” dan penjahat yang perlu dihancurkan.
Salah satu kunci untuk memahami semua ini ialah karena sejak Kongres I kaum Zionis sudah mengerti kunci perjuangan abad XX yakni: diplomasi, lobi, dan penguasaan media massa. Herzl sebagai seorang wartawan yang berpengalaman dengan tangkas memanfaatkan tiga senjata andal dalam perjuangan politik abad modern ini. Sejak Kongres I, dia sangat rajin melobi para pembesar di Eropa, mendekati wartawan, dan melancarkan diplomasi ke berbagai negara. Hasilnya sungguh luar biasa. Zionisme lantas diterima sebagai gerakan politik yang sah bagi usaha merampas tanah Palestina untuk bangsa Yahudi.

Tokoh-tokoh Yahudi banyak terjun ke media massa, terutama koran dan industri film. Hollywood misalnya didirikan oleh Adolf Zuckjor bersaudara dan Samuel-Goldwyn- Meyer (MGM). Dengan dominasi yang luar biasa ini, mereka berhasil mengubah bangsa Palestina yang sebenarnya adalah korban kaum Zionis menjadi pihak ”penjahat”.

Apakah anda tau siapa yang menguasai kantor-kantor berita seperti Reuter, Assosiated Press, United Press International, surat kabar Times dan jaringan telivisi terkenal dunia serta perusahaan film di Holywood? Semuanya adalah bangsa Yahudi. Reuter didirikan oleh Yahudi Jerman, Julius Paul Reuter yang bernama asli Israel Beer Josaphat. Melalui jaringan informasi dan media komunikasi massa inilah mereka menciptakan image negatif terhadap Islam, seperti Islam Fundamentalis, Islam Teroris, dan lain sebagainya. Demikian gencarnya propaganda ini, sampai-sampai orang Islam sendiri ada yang phobi Islam.

Edward Said, dalam bukunya Blaming The Victims secara jitu mengungkapkan bagaimana media massa Amerika menciptakan gambaran negatif bangsa Palestina. Sekitar 25 persen wartawan di Washington dan New York adalah Yahudi, sebaliknya hampir tidak ada koran atau TV Amerika terkemuka yang mempunyai wartawan Arab atau Muslim. Kondisi ini berbeda dengan media Eropa yang meskipun dalam jumlah terbatas masih memiliki wartawan Arab atau muslim. Dengan demikian laporan tentang Palestina di media Eropa secara umum lebih ”fair” daripada media Amerika.

Edward Said yang terkenal dengan bukunya Orientalism (Verso 1978), menguraikan apa yang dilakukan kaum Zionis terhadap bangsa Palestina merupakan praktik kaum Orientalis yang sangat nyata. Pertama, sejarah ditulis ulang, yakni Palestina sebelum berdirnya Israel ialah: wilayah tanpa bangsa untuk bangsa yang tidak mempunyai tanah air. Kedua, bangsa Palestina yang menjadi korban dikesankan sebagai bangsa biadab yang jadi penjahat. Ketiga, tanah Palestina hanya bisa makmur setelah kaum Zionis beremigrasi ke sana.

ASAL-USUL NAMA YAHUDI (JEWS)

ASAL-USUL NAMA YAHUDI (JEWS)

Kerajaan Bani Israel bagian selatan bernama Yuda atau Yehuda dan penghuninya dinamakan kaum Yahudi. (Kaum Yahudi inilah yang dibolehkan kembali ke negeri asalnya dengan firman Rajadiraja Persia Cyrus II, putera Cambyses, pada tahun 538 S.M.). Nama Yahudi kemudian tetap diperuntukkan kepada mereka yang MENOLAK kenabian dari Isa Al-Masih Ibnu Maryam dan Injil serta MENUDUH Siti Maryam sebagai perempuan pelacur dan Al-Masih sebagai anak zina dan akhirnya BERMAKAR untuk menyalibnya. Kaum Yahudi inilah (International Jewry) yang dikutuk baik dalam Injil maupun di dalam Al-Qur’an. Mereka yang percaya menamakan dirinya NASARA, yakni KRISTEN, sedangkan mereka yang kemudian menyaksikan akan kebenaran Al-Qur’an dan Nabi Muhammad disebut Muslimin.

Dalam Perjanjian Lama, Ibrani (Hebrew) disebut “lisan Kanaan” atau Yehudit (Jewish). Istilah “Ibrit” dibuat oleh para Rabbani Palestina, dan ini adalah transliterasi dari kata Aramiya: “Ibray,” yang kemudian menjadi “IBRANI”

(Hebrew).

Antara tahun 132 135 M. timbul pemberontakan terhadap kekuasaan Romawi di bawah pimpinan Bar Kozibah. Namun pemberontakan kaum Yahudi ini dapat dipatahkan oleh tentara Romawi. Sebagai hukuman, maka Kaisar Hadrianus melarang kaum Yahudi memasuki kota Yerusalem (Colonia Aelia Capitolina). Mulai saat itu maka kaum Yahudi mulai meninggalkan Palestina, bertebaran dan terpencar ke seluruh pelosok dunia. Namun karena fitnah dan khianat orang-orang Yahudi ini diusir dari Hejaz pada tahun 627 M., dari Suria pada tahun 890 M.; dari Portugal pada tahun 920 M., dari Spanyol pada tahun 1110 M., dari Inggris pada tahun 1290 M., dari Perancis pada tahun 1306 M., dari Belgia pada tahun 1370 M., dari Czechoslovakia pada tahun 1380 M., dari Belanda pada tahun 1444 M., dari Rusia pada tahun 1510 M., dari Italia pada tahun 1540 M., dan dari Jerman pada tahun 1551 M.

Dari sana mereka kemudian memilih Turki sebagai donme (atau thinmah = menjadi warganegara Osmania-Turki yang menerima perlindungan) dan membayar jizyah sebagai imbalan. Setelah itu lalu mereka memasuki aneka negara sebagai pedagang dan ahli fikir. Antara tahun 1898 dan 1905 mereka menyelenggarakan beberapa Konperensi secara rahasia.

Keputusan yang dikeluarkan oleh Konperensi pada tahun 1905 hingga kini masih tersimpan di Perpustakaan British Museum. Sementara itu selama abad ke XIX mereka menyusun suatu bahasa yang mereka namakan bahasa “IBRANI” tetapi padahakekatnya tidak lain dari pada bahasa “ARAMIYA MODERN.”

Nama Yahudi Bani Israel dan Asal Usul Mereka

Nama Yahudi Bani Israel dan Asal Usul Mereka

bani-israil

Kebanyakan ahli sejarah sepakat bahwa penamaan Bani Israel dengan kaum “Ibrani” karena peristiwa penyeberangan Ibrahim a.s. melintasi sungai Eufrat. Pendapat ini diperkuat dengan apa yang termaktub di dalam Kitab Joshua:

“Demikianlah Tuhan Israel berfirman tentang penyeberangan sungai itu, di mana leluhur kalian tinggal sejak dahulu kala, dan bapak Ibrahim dan bapak Nahur, menyembah tuhan-tuhan lain. Maka Aku bawa Ibrahim menyeberangi sungai itu dan berjalan di tanah Kana'an.” 14)

Majalah al-'Arabi Kuwait memuat sebuah artikel yang ditulis oleh Pendeta Ishak Salka dengan judul Ma'nâ at-Tasmiyât li asy-Syu'ub as-Sâmiyah ats-Tsalâtsah al-Kubrà” (Arti Nama-nama Tiga Bangsa Semit Besar). Dalam tulisannya tersebut ia mengatakan, “Nama tersebut (Ibrani) tidak muncul kecuali setelah Ibrahim a.s. menyeberangi sungai Eufrat.” 15) Pendapat ini adalah pendapat yang paling mendekati kebenaran daripada pendapat-pendapat lainnya.

Sedangkan sebutan “Orang-orang Israel (Isra'iliyyIn)” atau “Bani Israel” adalah sebutan yang dinisbatkan kepada bapak mereka, Israel, yakni Yakub ibn Ishak ibn Ibrahim a.s. Israel adalah kalimat yang terdiri dan dua kata: isra, yang artinya hamba atau teman dekat, dan el, yang artinya Tuhan. Maka arti Israel adalah hamba Tuhan atau teman dekat Tuhan. Dan dalam kebanyakan bahasa Semit, bukan hanya dalam bahasa Ibrani, kata El selalu bermakna Tuhan' 16)

Yakub a.s. memiliki dua belas anak laki-laki. Al-Quran menyebut kisah Yakub dan anak-anaknya ini di berbagai tempat, di antaranya di dalam surah Al-Baqarah ayat 133:

“Adakah kalian hadir ketika Yakub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya, ‘Apa yang kalian sembah sepeninggalku?' Mereka menjawab, “Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu Ibrahim, Ismail dan Ishak, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya.”

Sedangkan penamaan mereka dengan “Yahudi” muncul di saat mereka bertobat dan menyembah anak sapi. Mereka berkata, “Sesungguhnya kami kembali (bertobat) kepada Engkau.” (QS. A1-A'râf: 156) Artinya, kami bertobat dan kami kembali kepada-Mu.

Menurut sebuah riwayat, mereka dinamakan Yahudi kareiia mereka bergerak-gerak (yatahawwad) ketika membaca Taurat. Menurut riwayat lain, mereka dinamakan Yahudi karena dinisbatkan kepada Yehuda, anak keempat Yakub a.s., yang nama aslinya adalah Yehuza, pemimpin bagi sebelas anak Yakub lainnya. Beberapa ilmuan membenarkan pendapat mi.' 17)

Dr. Jawwad Ali mengatakan, “Istilah ‘Yahudi' lebih luas maknanya daripada istilah ‘Ibrani' dan ‘Bani Israel'. Hal ini karena istilah ‘Yahudi', selain disematkan kepada kaum Ibrani, juga disematkan kepada orang-orang non-Ibrani yang memeluk agama Yahudi.” 18)

Sedangkan mengenai asal usul Yahudi, mereka termasuk bangsa Semit. Beberapa pemerhati bahasa-bahasa Timur Dekat menemukan beberapa kesamaan yang jelas antara mereka dan bangsa-bangsa Semit lainnya, seperti Babilon, Assyria, Kana'an, Aram, Habasyah, Nabath, Arab dan lain sebagainya. 19) Mereka berasal dan Ibrahim a.s., yang memiliki kedudukan istimewa bagi tiga agama besar dunia: Yahudi, Nasrani dan Islam. Ibrahim a.s. adalah salah seorang nabi agung dalam sejarah manusia, karena ia berjuang mengajak kepada tauhid dan akidah ketuhanan. Seluruh hidupnya adalah serial pengorbanan dan keikhlasan di jalan Tuhannya. Jika kita perhatikan ayat-ayat al-Quran, kita akan menemukan di sana beberapa peristiwa besar perjuangan Ibrahim dalam merealisasikan akidah di tengah-tengah kaumnya, yang dilakukan dengan segenap keberanian, didasarkan pada argumentasi rasional dan penuh pengorbanan.

Al-Quran seolah meminta kita untuk sejenak memperhatikan beberapa. sifat Ibrahim a.s. Allah berfirman, “Sesungguhnya Ibahim adalah seorang imam yang dapat dijadikan teladan.” (QS. An-Nahl: 120) Ia sendiri adalah “umat” yang memiliki semua sifat mulia dan luhur. Al-Quran juga mengatakan Ibrahim sebagai, “Patuh kepada Allah.” (QS. An-Nahi: 120) Yakni seorang yang khusyu, berserah diri, taat dan mencintai Allah Tuhan semesta. Allah juga mengakatakan Ibrahim dengan, “Hanif (cenderung kepada kebaikan). Dan sekali-kali dia bukan termasuk orang-orang yang mensekutukan (Tuhan).” (QS. AnNahl: 120) Yakni seorang yang mengesakan Allah dan ikhlas kepada-Nya. Allah juga mengatakannya dengan, “(Lagi) yang mensyukuri nikmat-nikmat Allah.” (QS. An-Nahl: 121) Yakni seorang yang selalu bersyukur atas nikmat dan karunia Allah. Allah juga mengatakannya dengan sifat agung yang dimiliki setiap nabi, “Ceritakanlah (hai Muhammad) kisah Ibrahim di dalam al-Kitab (al-Qurcin) ini. Sesungguhnya ia adalah seorang yang sangat membenarkan lagi seorang nabi.” (QS. Maryam: 41) Sebuah penegasan tentang kejujuran dan kedalaman perkataannya. Allah juga mengatakannya dengan sifat yang paling baik di antara sifat-sifat lain, sebuah sifat yang dibutuhkan setiap manusia dan saudaranya, manusia lain, yakni sifat amanah. Allah berfirman, “Dan Ibrahim yang selalu menyempurnakan janji.” (QS. An-Najm: 37) Yakni seorang yang amanah, menunaikan segala perintah Tuhannya dan taat pada setiap nilai dan keimanan. Oleh karena itu, nabi yang mulia mi berhak menyandang karunia Allah berikut: “Allah telah memilihnya dan menunjukkan kepadanya jalan yang lurus.” (QS. An-Nahi: 121)

Comments (31)add comment

orang ganteng said:

ahahahah brisik...
buat kalian semua : sekolah yg bener....


January 26, 2012
Votes: +0

butce said:

Sedikit koreksi mengenai nama Israel dan Yahudi
Saya kira dalam hal penyebutan nama bangsa kita tentunya akan lebih akurat kalo info itu berasal dari bangsa itu sendiri. Menurut taurat dan alkitab, Yakub artinya penipu ( dia menipu saudaranya esau dalam hak kesulungan dan bapanya Ishak dalam hal berkat utk anak sulung ). Setelah pergumulan dengan malaikat Allah namanya diganti menjadi Israel. Ada di kejadian 32 :28 Namamu tidak akan disebutkan lagi Yakub tapi Israel sebab engkau telah bergumul melawan Allah dan manusia dan menang.

Mengenai istilah Yahudi atau bahsa inggrisnya Jew..saya telah tanyakan pada orang-orang Yahudi di deaerah Beverly Hills..Seperti yg diterangkan article diatas bahwa ada 12 suku Israel dan itu benar.Namun dari 12 suku 10 punah dan yang survive dan ada sekarang adalah turunan dari suku Yehuda..Dari istilah suku Yehuda itu menjadi Jew atau sekarang kita bilang orang Yahudi...Ada sich 1 suku yg masih survive namanya suku Lewi..mereka ini ditetapkan sebagai kaum imam..karena imam hanya boleh berasal dari suku ini. Turunan dari suku Lewi ini kamu bisa kenalin dari last namenya yaitu Kohen atau kahn..kohen artinya adalah imam....

Kalo ketemu dgn org yg bernama kohen kamu bisa tanyakan pada mereka.

Makanya mungkin mereka lebih comfortable utk menyebut diri mereka Jew atau Yahudi..karena mereka adalah turunan dari suku Yehuda .dibanding Israel (12 suku )

Terimkasih untuk articlenya..moga-moga tambahan penjelasan ini bisa bermanfaat....
Mengenai akar konflik Palestina dan Israel mungkin bisa menengok ke video youtube saya...

http://www.youtube.com/watch?v=1keyElLdChA&feature=g-upl&context=G20fb2b7AUAAAAAAAIAA
January 20, 2012
Votes: +1

butce said:

Sedikit koreksi mengenai nama Israel dan Yahudi
Saya kira dalam hal penyebutan nama bangsa kita tentunya akan lebih akurat kalo info itu berasal dari bangsa itu sendiri. Menurut taurat dan alkitab, Yakub artinya penipu ( dia menipu saudaranya esau dalam hak kesulungan dan bapanya Ishak dalam hal berkat utk anak sulung ). Setelah pergumulan dengan malaikat Allah namanya diganti menjadi Israel. Ada di kejadian 32 :28 Namamu tidak akan disebutkan lagi Yakub tapi Israel sebab engkau telah bergumul melawan Allah dan manusia dan menang.

Mengenai istilah Yahudi atau bahsa inggrisnya Jew..saya telah tanyakan pada orang-orang Yahudi di deaerah Beverly Hills..Seperti yg diterangkan article diatas bahwa ada 12 suku Israel dan itu benar.Namun dari 12 suku 10 punah dan yang survive dan ada sekarang adalah turunan dari suku Yehuda..Dari istilah suku Yehuda itu menjadi Jew atau sekarang kita bilang orang Yahudi...Ada sich 1 suku yg masih survive namanya suku Lewi..mereka ini ditetapkan sebagai kaum imam..karena imam hanya boleh berasal dari suku ini. Turunan dari suku Lewi ini kamu bisa kenalin dari last namenya yaitu Kohen atau kahn..kohen artinya adalah imam....

Kalo ketemu dgn org yg bernama kohen kamu bisa tanyakan pada mereka.

Makanya mungkin mereka lebih comfortable utk menyebut diri mereka Jew atau Yahudi..karena mereka adalah turunan dari suku Yehuda .dibanding Israel (12 suku )

Terimkasih untuk articlenya..moga-moga tambahan penjelasan ini bisa bermanfaat....
Mengenai akar konflik Palestina dan Israel mungkin bisa menengok ke video youtube saya...

http://www.youtube.com/watch?v=1keyElLdChA&feature=g-upl&context=G20fb2b7AUAAAAAAAIAA
January 20, 2012
Votes: +0

Orik Nyetanyahu said:

...
saya orang keturunan israel dan beragama Yahudi....untuk bung yang 1 diatas yg mengatakan agama nya palik baik, mungkin kau orang tolol dan goblok sedunia, saya tdk setuju dgn pernyataan anda,,,,,kau tau sdejarah Yahudi spt apa? sok tau lo dasar goblok....agama bagi org israel adalah bangsa makanya disebut bangsa Yahudi...kau jgn asal ngomong, tdk semua org keturunan yahudi bodoh spt kau.....perang dengan Palestina tdk ada hubungannya dgn Agama itu rebutan tanah, jgn bawa2 Agama., saya org yg ber agama Yahudi merasa sentimen dgn pernyataan anda......kalau kau benci Yahudi, kau jgn pake Internet, HP, termasuk facebook dan tweet karena semua penemunya keturunan Yahudi asli.......sudah bodoh, dan dari bangsa pemakai msh mengkeritik, gak mw berterima kasih sama Yahudi.
January 17, 2012
Votes: -2

BOANERGES BRYAN said:

HURICANE JUST A HURICANE
jaman sekarang ini setan berusaha untuk menghancurkan dunia melalui perang saudara 2 agama besar yaitu kristen dan islam jadi bagaimana jika kita pedulikan saja agama masing-masing dan jangan pedulikan agama orang lain jika diagama lain kepercayaannya seperti itu biarlah seperti itu.orang kristen dan islam hanya berbeda ibu.ishak dari ibu lain,ismael pun ibu lain.jika kamu membaca semua alkitab ataupun al-quran semuanya hanya beda tipis
bahkan yang membangun ka'bah adalah abraham yang adalah umat yahudi.jika memang israel 95 % komunis biarkanlah doakanlah saja mereka
January 16, 2012
Votes: +2

sahg omaer zabora elaheda said:

tidak semua jahat
bani yahudi bein abram,tidak semua jahad,banyak pastur2/pendeta kristen/katolik turuunan yahudi,bahkan banyak para syekh muslim turunan yahudi,yang dimaksud yahudi disini adalah kteurunanya yang masih membanggakan kesukuannya,dan fanatisme terhadap agamanya,dimana mereka masih yakin selain bani ibrahim adalah keturunan binatang,dan menghindari kesamaan sosial antara masyarakat turunan para nabi,dengan awam,,,,...

dan dimana yahudi yang dimaksud yahudi tersebut adalah yahudi yang fanatismenya ingin menghancurkan suku bangsa lain dengan merebut tanah air suatu bangsa...

kalo cuma ada darah yahudi,,,banyak orang baik dong yang harus mati
October 22, 2011
Votes: +3

Khalil said:

Israel The Best
Yang Jelas semua Nabi Bersaudara n kita semua bersaudara,.. percaya kepada Satu Tuhan, Tuhan yang Adalah Zat Tunggal Pemberi Hidup bagi semua ciptaan di bawah matahari...
October 15, 2011
Votes: +1

dolah said:

ibrani
sejarah ttng suku ibrani gmn ya??/cerita ttng suku ibrani kyk apa ???dulu bgmn dan knp bs hlg???
August 09, 2011
Votes: -1

Amir Hamzah said:

...
Correct me if I'm wrong
July 11, 2011
Votes: +0

Amir Hamzah said:

Asal-usul nama israel
Bukankah dalam Al-quran sendiri disebutkan bahwa nama israel berarti orang yang berjalan dimalam hari ? tolong jelaskan mengenai ini ? Saya yakin ada penjelasan yang memuaskan mengenai ini ( Israel = Hamba Allah atau Israel= orang yang berjalan di malam hari) Jelaskan pula mengenai sejarah penamaannya secara lebih lengkap. Dalam agama kristen dan yahudi, Nabi Ya'kub A.S. mendapatkan gelar tersebut karena berhasil mengalahkan Allah dan Manusia (jelas mustahil ya ), sedangkan Islam mengatakan asal mula nama ini adalah karena Nabi Ya'kub A.S. berpergian di malam hari.
July 11, 2011
Votes: -3

komplong said:

fewewoeijw
agama itu apa
July 04, 2011
Votes: +1

muhammad rizal said:

http://akhirzaman.info/index.php?option=com
bani israil adalah bangsa paling penakut di dunia baca surat albaqarah
June 26, 2011
Votes: +1

ali said:

HIDAYAH KEYAKINAN
YO...kita kembalikan semuanya pada hati nurani kita masing2.Sekeras apapun kita meyakinkan kaum yang memang sudah merasa yakin dengan tuhannya,akan percuma bila Tuhan Yang Satu tak memberikan sinar Hidayah terhadap mereka,akan tetap merasa sudah benar di jalan mereka yang gw pribadi yakini itu "SALAH".faktanya kebaikan dan kebenaran berasal dari Alloh semata berbanding terbalik dengan keburukan dan kejahatan yang berasal dari syetan terkutuk.gw merasa damai dan tentram ketika sifat2,naluriah kebaikan ada didalam diri,hingga menimbulkan perasaa,tentram,bahagia,mengasihi sesama,menghormati orang lain,ingin membantu sesama yg sedang dalam kesulitan,menebar senyum kegembiraan,santun perkataan,lemah lembut dalam budi pekerti,menebar kebaikan,hingga jiwa dan ragapun terasa sehat dan selalu segar,sebaliknya hati gw merasa gelisah dan acak2an ketika syetan mengajak gw kedalam jebakan2 kebusukannya,yang sering dibalut dengan kesenangan2 duniawi yang pada akhirnya berujung dalam berbagai rasa negaatif sedih berlebihan tanpa sebab,hampa,dendam,putus asa,sombong,iri hati,picik,egois,mengumbar hawa nafsu tanpa pernah bersyukur,amarah,gelap mata,hingga keinginan untuk mengakhiri hidup...ASTAGFIRULLOH...!!semuanya adalah fakta yang gw yakin sesungguhnya semua manusia miliki potensinya,tinggal bagaimana kita menyadarinya dari dalam nurani yang murni dan jujur dengan berharap Tuhan memberikan HIDAYAHNYA tepat menembus qalbu kita...Seseungguhnya inilah perbedaan antara HIDAYAH ILLAHI dengan tipu daya syetan yang terkutuk.
April 04, 2011
Votes: +2

Osama said:

...
yo yo here we go here we go, qo qo qo qo qoida, yeah yeah smilies/cool.gif, emh umh, yeah yum, al Qaida menang menang menang, Qa qa qa qa qaida. Alah Allah Allah, Allah Allah Allah.

Kunjungi situs kami :

www.rahasia-dibeber.blogspot.com
April 02, 2011
Votes: +1

Osama said:

...
Osama juga Muslim keturunan Yahudi, dia membuat revolusi global kurang dari 2 tahun.

dan Bani Jawi menebak scramble Mirce 5 - 10 detik, mari kita dukung Al Qaidah, Qaeda qaeda qaeda.

otak dan genetik itu cuma alat, kalo dipake jahat ya bisa, dipake baek ya bisa smilies/wink.gif

masa sih keimanan diukur pake daging / genetik?, kan diukur pake roh. Allah Allah Allah
April 02, 2011
Votes: +1

dio said:

...
di al qur'an dah dijelaskan klo islam vs yahudi (nasrani cuma ngikud nebeng doank jd babunya israel) ada masa menang dan kalah.... dlu jaman hitler israel dah kalah habs2an...skrng dia boleh bangga negaranya dah bisa maling tanah palestine... dan tanah palestine tetap sampe akhir jaman akan diperebutkan ujung2nya nnt yg menang tetap islam ...agama yg benar... dan aq yakin...
February 07, 2011
Votes: +4

admin said:

Israel is the Best?
@aa,

Memang tempo doeloe, seperti yang anda katakan Israel is the Best. Ketahuilah sampai hari ini kami umat Islam mengakui dan menghargai Israel [nabi Ya'kub as] sebagai salah seorang nabi Islam, yang menurunkan bangsa Israel, dan dari mana para nabi diutus kepada bangsa Israel itu sendiri. Tapi dewasa ini?, tengoklah ke negara Israel, apakah penduduknya, terutama para penguasanya, apakah merupakan keturunan bangsa Israel seperti yang dimaksud Bibel maupun al-Qur'an?.

Ketahuilah di negara Israel dewasa ini mayoritas penduduk dan pemimpinnya bukan keturunan bangsa Israel, melainkan keturunan bangsa Khazar dengan ideologi bolshevik alias komunis, mereka berjumlah 95% dari jumlah penduduk dan hanya kurang dari 5% mereka yang merupakan keturunan bangsa Israel, di samping sebagai minoritas, mereka juga diperlakukan sebagai warganegara kelas dua.

semoga bermanfaat
January 29, 2011
Votes: +2

aa said:

...
shitt,everyting is bullshit..... israel is the best

January 29, 2011
Votes: -2

aa said:

aa
ngomong macam2, still ISRAEL THE BEST
January 29, 2011
Votes: -1

najib alsubari said:

...
Menurut e-mail Kevin Brook, seorang pengarang Amerika dengan buku berjudul “Yahudi dan Khazaria” yang melaporkan bahwa ia sudah mengikuti penggalian di kota Itil menggali selama bertahun-tahun, namun demikian penggalian itu tidak ada menemukan sedikitpun artefak-artefak Yahudi, "Sekarang aku yakin seperti juga seluruh tim arkeologis lainnya bahwa mereka sudah benar-benar menemukan kota yang sudah sangat lama hilang."

Dmitry Vasilyev, seorang pakar arkeologi Rusia yang juga professor dari Astrakhan State University, mengatakan bahwa dia sudah menemukan ibukota kerajaan Khazar yang hilang, sebuah negara kuat di abad pertengahan yang kekuasaannya meliputi pantai-pantai utara dari Laut Hitam hingga Asia Tengah dan para pemimpinnya mengadopsi Judaisme (agama Yahudi) sebagai agama negara. Bangsa Khazar adalah bangsa yang tangguh yang mengadopsi agama Judaisme (agama Yahudi) sebagai agama resmi negara lebih dari 1.000 tahun yang lalu, hanya untuk menghilangkan jejak kecil yang ditinggalkan oleh kebudayaannya.

Khazar adalah anak suku dari bangsa Turkic yang menjelajahi padang rumput dari China Utara ke Laut Hitam. Di antara abad ke-7 dan 10 mereka menaklukkan wilayah luas yang meliputi selatan Rusia dan Ukraine sekarang, termasuk pegunungan Caucasus hingga Asia Tengah sampai Laut Aral.
October 03, 2010
Votes: -1

najib alsubari said:

pasti
Klaim kepemilikan atas tanah Palestina oleh bangsa Yahudi berdasarkan berita kitab suci Taurat dan Talmud adalah merupakan klaim sepihak dengan tidak melihat garis keturunan mereka. Bangsa Yahudi yang berdatangan dari negara-negara di Eropa Timur, Jerman, Belanda, Spanyol, Portugal, Timur Tengah dan Asia Tengah ke tanah Palestina setelah Perang Dunia II secara genealogi bukanlah keturunan Abraham atau Nabi Ibrahim As. yang mempunyai anak bernama Ishak As. dan kemudian mempunyai anak Yaqub As (Israil) yang menurunkan bangsa bani Israil (anak-anak Israil/Yaqub).

Hal tersebut dibuktikan oleh sebuah tim arkeologi Rusia yang pada tanggal 30 Juli 2005 melakukan penggalian arkeologi dari abad ke-11 dan 12 berupa bangunan pondok yang dibuat dari batu bata dibakar di Itil, kota Silk Road, yang dulunya merupakan ibu kota Khazar, dekat Astrakha sekitar 800 mil (1280 km) sebelah selatan Moscow, Khazar didirikan sebagai negara feodal pertama di Eropa timur.
October 03, 2010
Votes: +0

najib alsubari said:

benar
Bani Israel
to: Aldo,

Nabi Ya’kub a.s. diberi gelar oleh Allah Azza wa Jalla dengan nama Israel, Israel artinya Manusia Pilihan Tuhan dan dari keturunan nabi Ya’kub a.s. ini lahir anak cucunya yang kemudian kita kenal sebagai Bani Israel, dalam perjalanan sejarah yang panjang hingga sampai kepada nabi Isa a.s., karena Bani Israel sering membangkang kepada perintah Tuhan, maka mereka dikutuk sebagaimana dijelaskan dalam al-Qur’an surat al-Maidah 5:78 yang artinya: “Telah dilaknati orang-orang kafir dari Bani Israel dengan lisan Daud dan Isa putra Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas.”. Jelas kutukan di atas tidak ditujukan kepada mereka yang shaleh, kemudian di dalam al-Qur’an kita kenal sebutan untuk Bani Israel sebagai ahli kitab yang beriman dan ahli kitab yang kafir dari pemeluk agama Yahudi dan Nashrani.

Sedangkan untuk gelar Manusia Pilihan Tuhan sudah tidak berlaku lagi, disamping karena seringnya melakukan pelanggaran terhadap perintah Tuhan, agama samawi Yahudi dan Nashrani kemudian disempurnakan dalam Islam sebagaimana dijelaskan dalam QS al-Maidah 5:3 “ ... Pada hari ini telah Ku-sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridai Islam itu jadi agama bagimu ...” dan status manusia pilihan diberikan kepada Islam seperti difirmankan Allah Azza wa Jalla dalam QS al-Baqarah 2:143 yang artinya “Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. “

Bangsa yang pertamakali mengenal Allah bukan Bani Israel melainkan anak cucu Nabi Adam a.s. sampai kepada Nabi Ishak a.s. baru kepada Nabi Ya’kub a.s. dan seterusnya kepada Bani Israel kemudian sampai kepada umat Islam.
October 03, 2010
Votes: +1

bang zul said:

http://www.cikopotrans.blogspot.com
ga banyak komentar yah, tapi silakan dibaca aja:


http://cikopotrans.blogspot.com/2010/08/orang-yahudi-lebih-pintar-betulkah.html
August 22, 2010
Votes: -1

Neutrona said:

Nama Yahudi : Bani Israel dan Asal-usul Mereka
Salam, boleh terangkan tak perisatiwa / pendapat yang lebih detail tentang Penamaan Yahdui yang bersandarkan kepada anak Yaakub AS dan juga tentang penciptaan agama baru (agama ardhi) iaitu Yahudi?
August 22, 2010
Votes: -1

tokoh israel said:

...
komentarnya banyak menghayal,ngawur,bebal,bodoh,dan tak ilmiah,tak puas aku....smilies/sad.gif
June 13, 2010
Votes: +2

MamaYugero said:

ISRAEL VS PALESTINE
mereka tidak akan damai sampai akhir jaman, 2 negara ini memang sudah di takdirkan berperang.
June 05, 2010
Votes: +2

admin said:

Bani Israel
to: Aldo,

Nabi Ya’kub a.s. diberi gelar oleh Allah Azza wa Jalla dengan nama Israel, Israel artinya Manusia Pilihan Tuhan dan dari keturunan nabi Ya’kub a.s. ini lahir anak cucunya yang kemudian kita kenal sebagai Bani Israel, dalam perjalanan sejarah yang panjang hingga sampai kepada nabi Isa a.s., karena Bani Israel sering membangkang kepada perintah Tuhan, maka mereka dikutuk sebagaimana dijelaskan dalam al-Qur’an surat al-Maidah 5:78 yang artinya: “Telah dilaknati orang-orang kafir dari Bani Israel dengan lisan Daud dan Isa putra Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas.”. Jelas kutukan di atas tidak ditujukan kepada mereka yang shaleh, kemudian di dalam al-Qur’an kita kenal sebutan untuk Bani Israel sebagai ahli kitab yang beriman dan ahli kitab yang kafir dari pemeluk agama Yahudi dan Nashrani.

Sedangkan untuk gelar Manusia Pilihan Tuhan sudah tidak berlaku lagi, disamping karena seringnya melakukan pelanggaran terhadap perintah Tuhan, agama samawi Yahudi dan Nashrani kemudian disempurnakan dalam Islam sebagaimana dijelaskan dalam QS al-Maidah 5:3 “ ... Pada hari ini telah Ku-sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridai Islam itu jadi agama bagimu ...” dan status manusia pilihan diberikan kepada Islam seperti difirmankan Allah Azza wa Jalla dalam QS al-Baqarah 2:143 yang artinya “Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. “

Bangsa yang pertamakali mengenal Allah bukan Bani Israel melainkan anak cucu Nabi Adam a.s. sampai kepada Nabi Ishak a.s. baru kepada Nabi Ya’kub a.s. dan seterusnya kepada Bani Israel kemudian sampai kepada umat Islam.
June 04, 2010
Votes: +3
ISRAEL UMAT PILIHAN , Lowly rated comment [Show]

A. Aziz BSY said:

Bani Israel : Keturunan Jawa
Yang jelas Bani Israel itu masih keturunan Suku Jawa, buktinya ibukota Israel pake nama : Java Tel Aviv, Mahkota Rabbi Yahudi yang menjadi imam Sinagog pake gambar Rumah Joglo Jawa. Yang disebut Jawa adalah seluruh Etnik Nusantara yang dulunya penghuni Benua Atlantis sebelum dikirim banjir besar oleh Allah SWT, setelah banjir besar benua ini pecah menjadi 17.000 pulau yang sekarang disebut Indonesia, hanya beberapa etnik yang masih tersisa, selebihnya menjadi cikal bakal bangsa2 dunia antara lain bangsa India, Cina ( termasuk Jepang ), Eropa, Israel, Arab, dan Indian ( silahkan baca hasil penelitian Prof. Santos selama 30 tahun tentang Benua Atlantis terbitan Gramedia ). Dalam bahasa Jawi Kuno, arti jawa adalah moral atau akhlaq, maka dalam percakapan sehari-hari apabila dikatakan seseorang dikatakan : "ora jowo" berarti "tidak punya akhlaq atau tidak punya sopan santun", sebutan jawa ini sejak dulunya dipakai untuk menyebut keseluruhan wilayah nusantara, penyebutan etnik2 sebagaimana berlaku saat ini adalah hasil taktik politik de vide et impera para penjajah. Sejak zaman Benua Atlantis, Jawa memang menjadi pusat peradaban karena dari bukti2 fosil manusia purba di seluruh dunia sebanyak 6 jenis fosil, 4 diantaranya ditemukan di Jawa. Menurut "mitologi jawa" yang telah menjadi cerita turun temurun, bahwa asal usul bangsa Jawa adalah keturunan BRAHMA DAN DEWI SARASWATI dimana salah satu keturunannya yang sangat terkenal dikalangan Guru Hindustan (India) dan Guru Budha (Cina) adalah Bethara Guru Janabadra yang mengajarkan "ILMU KEJAWEN". Dalam buku kisah perjalanan Guru Hindustan di India maupun Guru Budha di Cina, mereka menyatakan sama2 belajar "Ilmu Kejawen" kepada Guru Janabadra dan mengembangkan "Ilmu Kejawen" ini dengan nama sesuai dengan asal mereka masing2, di India mereka namakan "Ajaran Hindu", di Cina mereka namakan "Ajaran Budha". Dalam sebuah riset terhadap kitab suci Hindu, Budha dan Alqur'an, ternyata tokoh BRAHMA sebenarnya adalah NABI IBRAHIM, sedang DEWI SARASWATI adalah DEWI SARAH yang menurunkan bangsa2 selain ARAB. Bukti lain bahwa Ajaran Budha berasal dari Jawa adalah adanya prasasti yang ditemukan di Candi2 Budha di Thailand maupun Kamboja yang menyatakan bahwa candi2 tsb dibangun dengan mendatangkan arsitek dan tukang2 dari Jawa, karena memang waktu itu orang Jawa dikenal sebagai bangsa tukang yang telah berhasil membangun "CANDI BOROBUDUR" sebagai salah satu keajaiban dunia. Ternyata berdasarkan hasil riset Lembaga Studi Islam dan Kepurbakalaan yang dipimpin oleh KH. Fahmi Basya, dosen Matematika Islam UIN Syarif Hidayatullah, bahwa sebenarnya "CANDI BOROBUDUR" adalah bangunan yang dibangun oleh "TENTARA NABI SULAIMAN" termasuk didalamnya dari kalangan bangsa Jin dan Setan yang disebut dalam Alqur'an sebagai "ARSY RATU SABA", sejatinya PRINCE OF SABA atau "RATU BALQIS" adalah "RATU BOKO" yang sangat terkenal dikalangan masyarakat Jawa, sementara patung2 di Candi Borobudur yang selama ini dikenal sebagai patung Budha, sejatinya adalah patung model bidadara dalam sorga yang menjadikan Nabi Sulaiman sebagai model dan berambut keriting. Dalam literatur Bani Israel dan Barat, bangsa Yahudi dikenal sebagai bangsa tukang dan berambut keriting, tetapi faktanya justru Suku Jawa yang menjadi bangsa tukang dan berambut keriting ( perhatikan patung Nabi Sulaiman di Candi Borobudur ). Hasil riset tsb juga menyimpulkan bahwa "SUKU JAWA" disebut juga sebagai "BANI LUKMAN" karena menurut karakternya suku tsb sesuai dengan ajaran2 LUKMANUL HAKIM sebagaimana tertera dalam Alqur'an.Perlu diketahui bahwa satu2nya nabi yang termaktub dalam Alqur'an, yang menggunakan nama depan SU hanya Nabi Sulaiman dan negeri yang beliau wariskan ternyata diperintah oleh keturunannya yang juga bernama depan SU dan meninggalkan negeri bernama SLEMAN di Jawa Tengah. Nabi Sulaiman mewarisi kerajaan dari Nabi Daud yang dikatakan didalam Alqur'an dijadikan Khalifah di Bumi ( menjadi Penguasa Dunia dengan Benua Atlantis sebagai Pusat Peradabannya), Nabi Daud juga dikatakan raja yang mampu menaklukkan besi (membuat senjata dan gamelan dengan tangan, beliau juga bersuara merdu)dan juga menaklukkan gunung hingga dikenal sebagai Raja Gunung. Di Nusantara ini yang dikenal sebagai Raja Gunung adalah "SYAILENDRA" ( berasal dari kata SAILA = RAJA DAN INDRA = GUNUNG).
Sudah menjadi keniscayaan sejarah, bahwa kemenangan Islam tahap pertama waktu "FUTTUL MAKKAH" dimana Nabi Besar Muhammad SAW. bersama orang2 beriman dengan konsisten melaksanakan perintah shalat sebagai kunci kemenangan dengan kondisi susah air, lalu Allah memberinya "SUMUR ZAM ZAM" yang penuh berkah, maka "FUTTUL MAKKAH KEDUA" akan terjadi melalui Indonesia, negeri yang penuh berkah dengan persediaan air tak terbatas ( zam zam di luar Makkah ). Dari Indonesialah pada suatu masa nanti akan bersatu sebuah kekuatan besar yang diinspirasi dari kekuatan spiritual Ibrahim, Daud, Sulaiman dan Muhammad SAW yang akan memenangkan Islam atas Zionis Israel dan para pendukungnya.
February 04, 2010
Votes: +7

_JC_GUEST_NAME said:

...
:evil: Nama Yahudi Bani Israel dan Asal Usul Mereka

Kebanyakan ahli sejarah sepakat bahwa penamaan Bani Israel dengan kaum “Ibrani” karena peristiwa penyeberangan Ibrahim a.s. melintasi sungai Eufrat. Pendapat ini diperkuat dengan apa yang termaktub di dalam Kitab Joshua:

“Demikianlah Tuhan Israel berfirman tentang penyeberangan sungai itu, di mana leluhur kalian tinggal sejak dahulu kala, dan bapak Ibrahim dan bapak Nahur, menyembah tuhan-tuhan lain. Maka Aku bawa Ibrahim menyeberangi sungai itu dan berjalan di tanah Kana'an.” 14)

Majalah al-'Arabi Kuwait memuat sebuah artikel yang ditulis oleh Pendeta Ishak Salka dengan judul Ma'nâ at-Tasmiyât li asy-Syu'ub as-Sâmiyah ats-Tsalâtsah al-Kubrà” (Arti Nama-nama Tiga Bangsa Semit Besar). Dalam tulisannya tersebut ia mengatakan, “Nama tersebut (Ibrani) tidak muncul kecuali setelah Ibrahim a.s. menyeberangi sungai Eufrat.” 15) Pendapat ini adalah pendapat yang paling mendekati kebenaran daripada pendapat-pendapat lainnya.

Sedangkan sebutan “Orang-orang Israel (Isra'iliyyIn)” atau “Bani Israel” adalah sebutan yang dinisbatkan kepada bapak mereka, Israel, yakni Yakub ibn Ishak ibn Ibrahim a.s. Israel adalah kalimat yang terdiri dan dua kata: isra, yang artinya hamba atau teman dekat, dan el, yang artinya Tuhan. Maka arti Israel adalah hamba Tuhan atau teman dekat Tuhan. Dan dalam kebanyakan bahasa Semit, bukan hanya dalam bahasa Ibrani, kata El selalu bermakna Tuhan' 16)

Yakub a.s. memiliki dua belas anak laki-laki. Al-Quran menyebut kisah Yakub dan anak-anaknya ini di berbagai tempat, di antaranya di dalam surah Al-Baqarah ayat 133:

“Adakah kalian hadir ketika Yakub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya, ‘Apa yang kalian sembah sepeninggalku?' Mereka menjawab, “Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu Ibrahim, Ismail dan Ishak, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya.”

Sedangkan penamaan mereka dengan “Yahudi” muncul di saat mereka bertobat dan menyembah anak sapi. Mereka berkata, “Sesungguhnya kami kembali (bertobat) kepada Engkau.” (QS. A1-A'râf: 156) Artinya, kami bertobat dan kami kembali kepada-Mu.

Menurut sebuah riwayat, mereka dinamakan Yahudi kareiia mereka bergerak-gerak (yatahawwad) ketika membaca Taurat. Menurut riwayat lain, mereka dinamakan Yahudi karena dinisbatkan kepada Yehuda, anak keempat Yakub a.s., yang nama aslinya adalah Yehuza, pemimpin bagi sebelas anak Yakub lainnya. Beberapa ilmuan membenarkan pendapat mi.' 17)

Dr. Jawwad Ali mengatakan, “Istilah ‘Yahudi' lebih luas maknanya daripada istilah ‘Ibrani' dan ‘Bani Israel'. Hal ini karena istilah ‘Yahudi', selain disematkan kepada kaum Ibrani, juga disematkan kepada orang-orang non-Ibrani yang memeluk agama Yahudi.” 1smilies/cool.gif

Sedangkan mengenai asal usul Yahudi, mereka termasuk bangsa Semit. Beberapa pemerhati bahasa-bahasa Timur Dekat menemukan beberapa kesamaan yang jelas antara mereka dan bangsa-bangsa Semit lainnya, seperti Babilon, Assyria, Kana'an, Aram, Habasyah, Nabath, Arab dan lain sebagainya. 19) Mereka berasal dan Ibrahim a.s., yang memiliki kedudukan istimewa bagi tiga agama besar dunia: Yahudi, Nasrani dan Islam. Ibrahim a.s. adalah salah seorang nabi agung dalam sejarah manusia, karena ia berjuang mengajak kepada tauhid dan akidah ketuhanan. Seluruh hidupnya adalah serial pengorbanan dan keikhlasan di jalan Tuhannya. Jika kita perhatikan ayat-ayat al-Quran, kita akan menemukan di sana beberapa peristiwa besar perjuangan Ibrahim dalam merealisasikan akidah di tengah-tengah kaumnya, yang dilakukan dengan segenap keberanian, didasarkan pada argumentasi rasional dan penuh pengorbanan.

Al-Quran seolah meminta kita untuk sejenak memperhatikan beberapa. sifat Ibrahim a.s. Allah berfirman, “Sesungguhnya Ibahim adalah seorang imam yang dapat dijadikan teladan.” (QS. An-Nahl: 120) Ia sendiri adalah “umat” yang memiliki semua sifat mulia dan luhur. Al-Quran juga mengatakan Ibrahim sebagai, “Patuh kepada Allah.” (QS. An-Nahi: 120) Yakni seorang yang khusyu, berserah diri, taat dan mencintai Allah Tuhan semesta. Allah juga mengakatakan Ibrahim dengan, “Hanif (cenderung kepada kebaikan). Dan sekali-kali dia bukan termasuk orang-orang yang mensekutukan (Tuhan).” (QS. AnNahl: 120) Yakni seorang yang mengesakan Allah dan ikhlas kepada-Nya. Allah juga mengatakannya dengan, “(Lagi) yang mensyukuri nikmat-nikmat Allah.” (QS. An-Nahl: 121) Yakni seorang yang selalu bersyukur atas nikmat dan karunia Allah. Allah juga mengatakannya dengan sifat agung yang dimiliki setiap nabi, “Ceritakanlah (hai Muhammad) kisah Ibrahim di dalam al-Kitab (al-Qurcin) ini. Sesungguhnya ia adalah seorang yang sangat membenarkan lagi seorang nabi.” (QS. Maryam: 41) Sebuah penegasan tentang kejujuran dan kedalaman perkataannya. Allah juga mengatakannya dengan sifat yang paling baik di antara sifat-sifat lain, sebuah sifat yang dibutuhkan setiap manusia dan saudaranya, manusia lain, yakni sifat amanah. Allah berfirman, “Dan Ibrahim yang selalu menyempurnakan janji.” (QS. An-Najm: 37) Yakni seorang yang amanah, menunaikan segala perintah Tuhannya dan taat pada setiap nilai dan keimanan. Oleh karena itu, nabi yang mulia mi berhak menyandang karunia Allah berikut: “Allah telah memilihnya dan menunjukkan kepadanya jalan yang lurus.” (QS. An-Nahi: 121)

copyrigt; Juned Topan.. Diberdayakan oleh Blogger.